Memprihatinkan, Peredaran Narkoba Sisir Usia Produktif di NTB

Memprihatinkan, Peredaran Narkoba Sisir Usia Produktif di NTB
Foto: Kepala BNN NTB Kombes Pol Gde Sugianyar bersama jajaran mengungkap jaringan narkoba jenis sabu seberat 500 gram melibatkan anggota keluarga di kantor BNN, Rabu (14/08) pagi

Mataram (DetikNTB.com),- Peredaran narkoba di provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sudah sangat memprihatinkan. Berdasarkan data yang dimiliki Badan Narkotika Nasional (BNN) Propinsi NTB,  prevalensi masyarakat NTB yang terkena narkoba meningkat dari 1,6 persen menjadi 1,8 persen dari jumlah penduduk.

Jika dikalikan jumlah penduduk NTB saat ini yang mencapai 5 juta orang lebih, diperoleh angka 90 ribu orang masyarakatnya terpapar narkoba. Yang memprihatinkan, 90 ribu orang ini adalah usia produktif, mulai pelajar SMA, mahasiswa, dan pekerja-pekerja muda.

Kepala Badan Narkotika Nasional BNNP NTB, Kombespol Drs. Gde Sugianyar mengatakan diperlukan kegiatan-kegiatan yang sangat sinergis dari semua pihak untuk pencegahan dan pemberantasan narkoba. Termasuk kegiatan rehabilitasi pada para pengguna.

“Nanti ada kegiatan yang melibatkan semua unsur, termasuk rehabilitasi harus dilakukan. Karena next, ke depannya seperti  apa generasi muda kita,” ucap Gde di kantor BNNP NTB, Rabu (14/8) pagi.

Adapun peredaran narkoba yang diungkap BNNP kali ini cukup unik, berjejaring keluarga dan melibatkan anak kecil. Termasuk istri pelaku, dan saudara sepupunya. Karenanya akan dilakukan konseling sebab melibatkan anak di bawah umur.

“Akan dievaluasi dampak psikologis dari narkoba ini, karena melibatkan usia-usia produktif,” jelas Dokter Yolli Dahlia, Psikiatri yang juga Kabid Rehabilitasi BNNP NTB.

Dijelaskan rehabilitasi adalah amanat dari undang-undang, yakni No 35 pasal 54. Bahwa bagi mereka dan pecandu wajib menjalani rehabilitasi medis.

Tentang NTB rawan dan sudah darurat narkoba, dibenarkan Dir Resnarkoba Polda NTB, Kombespol Sudjarwoko, mendampingi Kepala BNNP Sugianyar memberi keterangan pers.

Ia menyebut NTB sudah menjadi area pemasaran obat-obat terlarang dan sejenisnya. Dalam pemasaran dan peredarannya lebih banyak menggunakan jalur laut. Mulai sepanjang pesisir pantai timur pulau Sumatera.

“Pengiriman lewat jalur domestik, ke NTB ini lewat antar pulau,” ungkap Dir Resnarkoba Sudjarwoko, seraya menjelaskan top skor wilayah-wilayah di NTB terbanyak dalam pengungkapan kasus narkoba.

Dimulai sejak  bulan April dengan 70 kasus, diantaranya Kabupaten Sumbawa Besar (KSB) 18 kasus, Dompu 21 kasus, dan Lombok Utara dengan 30 kasus. Dengan jumlah barang bukti 3 kilogram shabu, ekstasi 62 butir, dan ganja 3 kilogram. “Data lengkapnya ada di Polda,” tegas Sudjarwoko.

Dalam rilis yang dihadiri beberapa Kasat Narkoba dari beberapa Polres dan Polsek ini, dihadirkan juga tersangka pelaku peredaran narkoba yang ditangkap BNNP NTB seberat 500 gram.

AG alias BG (33 tahun) asal Masbagik, Lombok timur. AG yang melibatkan saudara sepupunya serta istri di jejaring narkoba ini, ditangkap saat akan mengambil paket sabu di salah satu jasa ekspedisi di Mataram, Jumat (9/8) lalu. (Iba)