Mahar 3 Butir Telur, Pemuda Lombok Tengah ini Nikahi Gadis Cantik

Mahar 3 Butir Telur, Pemuda Lombok Tengah ini Nikahi Gadis CantikReviewed by adminon.This Is Article AboutMahar 3 Butir Telur, Pemuda Lombok Tengah ini Nikahi Gadis CantikLombok Tengah (DetikNTB.com),- Seorang pemuda yakni Agus Riadi (33) warga Lingkungan Renteng, Kelurahan Renteng, Lombok Tengah, Kamis (27/6) kemarin, melangsungkan pernikahannya dengan seorang gadis cantik pujaannya bernama Rosiana (31). Pernikahan Agus dengan seorang gadis cantik asal Desa Kilang, Lombok Timur tersebut sangat sederhana yakni dengan mahar atau maskawin 3 butir telur ayam kampung dan uang […]
Foto: Pasangan pengantin, Agus Riadi dan Rosdiana saat melangsungkan pernikahannya, Kamis (27/06)

Lombok Tengah (DetikNTB.com),- Seorang pemuda yakni Agus Riadi (33) warga Lingkungan Renteng, Kelurahan Renteng, Lombok Tengah, Kamis (27/6) kemarin, melangsungkan pernikahannya dengan seorang gadis cantik pujaannya bernama Rosiana (31).

Pernikahan Agus dengan seorang gadis cantik asal Desa Kilang, Lombok Timur tersebut sangat sederhana yakni dengan mahar atau maskawin 3 butir telur ayam kampung dan uang Rp. 16 ribu rupiah.

Agus menilai, Rosiana merupakan pilihan yang tepat karena waktu dia menawarkan untuk dinikahi dengan 3 butir telur ayam, perempuan itu tidak keberatan.

“Waktu saya menawarkan untuk memberikan maskawin 3 butir ayam kampung, dia respons biasa saja, tidak keberatan dengan hal itu,” kata Agus yang bekerja menjadi cleaning service (CS) di Rumah Sakit Praya, Lombok Tengah.

Ia mengaku telah mengecewakan 4 pacarnya karena hanya mampu memberikan maskawin 3 butir telur. Keempatnya menampik pinangan Agus. Namun, Rosiana, istri yang dinikahinya ini berbeda.

“Saya punya 4 pacar, saya kecewakan mereka semua karena tidak ingin bermaskawain 3 butir telur,” kata Agus.

Agus menyebutkan, tidak melakukan resepsi perkawinan adat sasak yang pergi nyongkolan atau berkunjung ke rumah mempelai perempuan dengan diiringi gendang belek atau tabuhan genderang.

“Resepsi perkawinan kami sangat sederhana, kami tidak pergi nyongkolan, karena kondisi perekonomian yang minim,” kata Agus.

Dia menilai, istrinya sangat pengertin atas kondisinya. Mereka menggelar resepsi pernikahan pada Kamis (27/6/2019) secara sederhana, hanya mengundang beberapa kerabatnya.

“Istri saya ini pengertian, dia juga tidak mempermasalahkan kalau tidak pergi nyongkolan, kami mengadakan pesta sederhana, tidak terlalu mewah, hanya tamu kerabat saja,” kata Agus sambil sesekali mereka terlihat bersalaman dengan tamu yang hadir di resepsinya. (Iba)