Lomba Perahu Dayung Warnai HUT Lombok Barat

Lomba Perahu Dayung Warnai HUT Lombok Barat
Foto: Pembukaan lomba perahu layar, rangkaian HUT Lobar

Lombok Barat (DetikNTB.com), – Puncak rangkaian kegiatan menyambut HUT Lombok Barat ke-61, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Lombok Barat (Lobar) menggelar Lomba Dayung Sampan di Pantai Duduk, Batulayar, Kamis (11/4).

Sebelumnya, DKP juga telah menggelar berbagai kegiatan, di antaranya melepas sekitar 1 juta bibit ikan di perairan umum yang ada di Lobar. DKP juga telah melakukan kerjasama dengan Balai Budidaya Lokal Sekotong dalam menyalurkan Ikan kakap putih ke kelompok tani air payau dimana setiap kelompok diberikan kurang lebih 14 ribu ekor. Dalam inovasi masakan DKP juga telah bekerjasama dengan Kementerian Perikanan untuk membuat masakan dari keong mas dan siomay dari ikan.

Ditetapkanya Pantai Duduk sebagai lokasi lomba untuk membantu mensosialisasikan dan memulihkan pariwisata Lombok Barat pasca gempa. Hal itu disampaikan Kepala Dinas DKP Lobar, H. A. Subandi dalam laporannya selaku ketua panitia.

“Kita gelar di Pantai Duduk agar tingkat kunjungan pariwisata meningkat pasca gempa. Melalui lomba kita ingin mengingatkan kepada nelayan untuk kembali menggunakan perahu dayung, karena selama ini nelayan terlena mengoperasikan perahu dengan mesin,” ujarnya.

Lomba perahu dayung pada tahun 2019 di pantai duduk menjadi kali ketiga digelar. Sebelumnya, lomba dayung pertama digelar di Kecamatan Sekotong pada tahun 2017. Saat itu ditujukan untuk membantu pariwisata di Sekotong.
Kedua pada tahun 2018 di Pantai Endok Kecamatan Gerung. Lokasi tersebut dipilih sekaligus untuk mensosialisasikan bahwa masyarakat nelayan anti merusak lingkungan, justru masyarakat nelayan menjaga kelestarian lingkungan. Diketahui, kerusakan pantai endok salah satunya disebabkan karena pengerukan pasir untuk bahan bangunan.

“Pada tahun berikutnya, tidak hanya lomba perahu dayung yang akan diadakan. Kita berencana akan mengadakan lomba sampan hias dan juga lomba renang pantai yang merupakan aspirasi masyarakat nelayan,” ungkap Subandi.

Lomba perahu dayung kali ini diikuti 300 peserta dari 15 desa di lima kecamatan yang memiliki pantai, yaitu Kecamatan Sekotong, Lembar, Gerung, Labuapi dan Batulayar. Keluar sebagai juara pertama adalah Kelompok Nelayan Beriuk Dayung dari Dusun Cemare Kecamatan Lembar dan berhak mendapatkan uang pembinaan sebesar 3.500.000 rupiah.

“Alhamdulillah, tim kami juara satu, kami sangat bersyukur sekali dan kami senang Lomba dayung sampan ini terus bisa diselenggarakan setiap tahunnya,” katanya Burhan, perwakilan Kelompok Beriuk Dayung yang mengaku tidak melakukan persiapan khusus sebelumnya. (Iba)