(Klarifikasi) Kapolres Bima tegaskan tidak pernah menembak massa aksi FRM

(Klarifikasi) Kapolres Bima tegaskan tidak pernah menembak massa aksi FRMReviewed by adminon.This Is Article About(Klarifikasi) Kapolres Bima tegaskan tidak pernah menembak massa aksi FRMBima (Detikntbcom),- Sebelumnya Detikntbcom memberitakan dengan judul ‘Tuntut sejumlah persoalan, seorang aktivis Bima tertembak’. Menurut Kapolres Bima Gunawan Tri Hatmoyo menjelaskan bahwa kejadian tersebut tidak ditembak namun hanya menghalau massa aksi yang anarkis dengan menggunakan gas air mata. “Pukul 13.25 wita massa aksi melakukan provokasi dengan mendorong pihak Kepolisian, (dimana pihak Kepolisian melakukan upaya untuk […]
Kapolres Bima Gunawan Tri Hatmoyo (Dok. Istimewa)

Bima (Detikntbcom),- Sebelumnya Detikntbcom memberitakan dengan judul ‘Tuntut sejumlah persoalan, seorang aktivis Bima tertembak’. Menurut Kapolres Bima Gunawan Tri Hatmoyo menjelaskan bahwa kejadian tersebut tidak ditembak namun hanya menghalau massa aksi yang anarkis dengan menggunakan gas air mata.

“Pukul 13.25 wita massa aksi melakukan provokasi dengan mendorong pihak Kepolisian, (dimana pihak Kepolisian melakukan upaya untuk mengatur arus lalin) yang menyebabkan salah satu anggota Polsek Woha Bripka Talib terjatuh, atas kejadian tersebut Kabag Ops bersama dengan Padal di lapangan tetap melakukan upaya imbauan agar tidak melakukan aksi yang anarkis, namun massa aksi tidak mengindahkan dan massa aksi semakin tidak terkendali dengan melakukan aksi pelemparan batu terhadap anggota personil kepolisian, sehingga melepaskan gas air untuk membubarkan massa yang anarkis serta mengganggu ketertiban umum,” jelas Kapolres Bima membantah ada penembakan seperti rilis yang diterima Detikntbcom, Senin (26/7) malam ini.

Adapun kronologi kejadiannya seperti rilis yang diterima media ini sebagai berikut:

Kronologis pengamanan aksi Front Rakyat Merdeka ((FRM) yang melakukan pemblokiran jalan.

1. Pukul 10.30 wita b ertempat di Cabang Talabiu Desa Talabiu massa aksi berkumpul sekaligus menyampaikan orasi.

2. Pukul 11.00 wita massa aksi bergeser menuju Depan Kantor Bupati Bima.

3. Pukul 11.10 wita massa aksi dari Front Rakyat Merdeka (FRM) Kab. Bima tiba di Depan Kantor Bupati Bima, selanjutnya menyampaikan orasi.

4. Pukul 11.45 wita Kanit Sosbud Sat Intelkam melakukan penggalangan dengan Sdr. Tohar selaku koordinator umum agar dapat dilakukan kegiatan audiensi, dan meminta untuk melakukan konsolidasi kembali dengan massa aksi yang lainnya.

5. Pukul 12.00 wita Kabag Ops Polres Bima KOMPOL Jamalauddin, S. Sos dan Kasi Ops Pol PP Kab. Bima Suryadin, SH, MH melakukan negosiasi agar massa aksi melakukan kegiatan pertemuan yang akan diterima oleh Kabag Ekonomi Asisten II Kab. Bima karena Bupati Bima tidak berada ditempat, namun massa aksi menginginkan agar Bupati Bima yang menerima.

6. Pukul 12.15 wita massa aksi melakukan kegiatan konsolidasi untuk menindak lanjuti karena Bupati Bima tidak dapat menerima massa aksi, dengan kesimpulan yaitu massa aksi dari Front Rakyat Merdeka (FRM) Kab. Bima akan melakukan mogok dan melakukan pemblokiran jalan.

7. Pukul 12.25 wita massa aksi kembali melanjutkan kegiatan aksi unjuk rasa dengan melakukan pemblokiran jalan Depan Kantor Bupati Bima sehingga mengakibatkan kemacetan jalan depan kantor Bupati Bima, pada kesempatan tersebut massa aksi melakukan aksi provokasi terhadap pengguna jalan sehingga menimbulkan reaksi antara pengguna jalan dengan massa aksi.

8. Pukul 12.30 wita Kabag Ops, Kapolsek Woha dan KBO Sat Intelkam melakukan negosiasi terhadap korlap aksi agar tidak melakukan aksi pemblokiran jalan karena dapat mengganggu stabilitas kamtibmas dan melanggar undang-undang jalan, namun massa aksi tidak mengindahkan tetap melakukan aksi pemblokiran jalan sampai dengan Bupati Hadir di Lokasi aksi.

9. Pukul 13.25 wita massa aksi melakukan provokasi dengan mendorongan pihak Kepolisian, (dimana pihak Kepolisian melakukan upaya untuk mengatur arus lalin) yang menyebabkan salah satu anggota Polsek Woha BRIPKA Talib terjatuh, atas kejadian tersebut Kabag Ops bersama dengan padal dilapangan tetap melakukan upaya imbauan agar tidak melakukan aksi yang anarkis, namun massa aksi tidak mengindahkan dan massa aksi semakin tidak terkendali dengan melakukan aksi pelemparan batu terhadap anggota personil Kepolisian, sehingga melepaskan gas air untuk membubarkan massa yang anarkis serta mengganggu ketertiban umum.

10. Pukul 13.45 wita massa aksi membubarkan diri.

E. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pukul 14.00 wita berjalan dengan aman dan lancar. Pengamanan dilakukan oleh Personil Polsek Woha, Polsek Belo dan Gabunga Satfung Polres Bima yang dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Bima KOMPOL Jamaluddin, S. Sos.

III. Catatan:

A. Bahwa penanganan/pelayanan/pengamanan unras oleh anggota yang tersprint terhadap massa aksi dari Front Rakyat Merdeka (FRM) sudah sesuai dengan protap dan SOP yakni rangkaian sistem pengamanan mulai dari tim nego,tim dalmas awal,kemudian dalmas lanjut.

B. Bahwa anggota polri sudah melaksanakan kegiatan pengamanan sesuai tahapan, himbauan serta pelayanan terhadap massa aksi dengan humanis dan TIDAK ADA upaya paksa ataupun penembakan terhadap massa aksi. Dum.

Demikian kronologis dari peristiwa yang dianggap ada penembakan pada saat aksi di Bima. (Iba)