Kasus Jagung, Distan NTB Didesak Diperiksa, Husnul: Sudah Ditangani APH

Kasus Jagung, Distan NTB Didesak Diperiksa, Husnul: Sudah Ditangani APH
Foto: Sejumlah massa aksi terkait kasus bibit jagung di Distan NTB

Mataram (DetikNTB.com),- Jaringan Masyarakat Anti Korupsi Nusa Tenggara Barat (Jamak NTB) menggelar aksi di depan Dinas Pertanian Provinsi NTB terkait kasus dugaan korupsi pengadaan bibit jagung tahun 2017 dengan jumlah anggaran yang dihabiskan sekitar Rp 170 miliar, dari anggaran itu ditemukan kerugian negara mencapai Rp 25 miliar.

Massa aksi dalam orasinya menuding puluhan ton bibit jagung yang disalurkan kepada petani tidak berkualitas dan tidak layak ditanam, mereka juga menyuarakan ada aroma korupsi pada pengadaan bibit jagung tersebut.

Karena itu, dalam tuntutannya massa aksi yang dipimpin Zulpaedi itu meminta aparat penegak hukum (APH) untuk mengusut tuntas dugaan korupsi  tersebut. Massa juga meminta Itjen Pertanian RI untuk menurunkan tim investigasi serta Kejaksaan Agung RI.

“Untuk menangkap pelaku dugaan kasus korupsi pengadaan bibit jagung, padi dan kedelai di Dinas Pertanian NTB,” desak, Kamis (10/10) depan kantor Disperta NTB id Mataram.

Sejumlah pamlet bertuliskan tulisannya ‘Pecat Kadis Pertanian NTB, Kembalikan Hak Rakyat’ dan ‘Jangan Mainkan Hak Rakyat’.

Aksi tersebut tidak mendapat respon dari Kepala Dinas maupun pihak terkait, mereka pun membubarkan diri secara tertib setelah membacakan pernyataan sikap mereka. Mereka mengancam akan kembali dengan massa yang lebih besar.

Kepala Dinas Pertanian NTB, Husnul Fauzi dimintai komentarnya soal demo tersebut menjawab dengan tegas bahwa kasus pengadaan bibit jagung yang menghabiskan anggaran puluhan milyar tersebut sudah ditangani pihka aparat penegak hukum (APH).

“Itu sudah ditangani APH,” tegas Husnul yang juga tengah ikut seleksi calon Sekda NTB via pesan singkat itu. (Uba)