Kapolsek Monta Dituding Mandul Tangani Kasus Pembunuhan

Kapolsek Monta Dituding Mandul Tangani Kasus Pembunuhan
Foto: Keluarga korban M Jafar

Bima,- Kasus penganiayaan yang menimpa M. Jafar pada 18 Oktober lalu sampai sekarang belum mendapat titik terang.

Pihak Kepolisian melalui Kapolsek Monta IPTU Edy Prayitno, menyatakan sudah melakukan berbagai upaya untuk menyelesaikan kasus tersebut, namun pihak pelaku belum juga dapat ditemukan.

“Kasus (pembunuhan) ini tanggal 18 lalu, laporan dari keluarga korban sudah dibuat, saksi-saksi sudah diperika, tapi pelaku belum ditemukan,” tutur Edy saat dihubungi wartawan via telepon (24/18).

Menurut Edy, yang membuat kasus ini sulit mendapat titik terang karena pihak kepolisian terlambat datang ke tempat kejadian, saksi-saksi yang dimintai keterangan tidak ada yang menunjukan keterlibatan pelaku, makin sulit karena sampai sekarang korban belum dapat dimintai keterangan.

Foto: Kapolsek Monta Edy Prayitno

Saat ditanya wartawan kenapa pelaku belum ditangkap, ia mengatakan pelaku hilang jejak diduga melarikan diri. “Ya tau sendirilah, habis berbuat lari,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihak Kepolisian sampai saat ini tidak dapat memberikan kepastian proses tersebut sampai kapan dapat dituntaskan.

“Kami tidak berani janjikan kepastian proses ini sampai kapan. Pelaku utama belum ditangkap karena keterangan saksi utama belum ada. Nanti jika korban sudah sehat mungkin dia kenal pelaku,” jelasnya.

Sementara, pihak keluarga korban sangat menyayangkan mandul alias lambannya pihak Kepolisian menangani kasus yang hampir membuat M. Jafar terbunuh tersebut.

“Kami kecewa Polisi tidak cepat menyelesaikan dan menangkap pelaku yang hampir membunuh ini,” Ujar Muhammad keluarga korban kepada media ini.

Padahal pelaku menurutnya lebih dari 30 orang. “Masa tidak ada satupun yang ditangkap,” sesalnya.

Menurut keluaraga korban, kronologis kejadian berawal dari datangya seseorang berinisial U beserta anak dan keluarganya sambil membawa parang, tombak, lalu langsung membacok secara bersama korban M. Jafar yang sedang menjaga sapinya di area persawahan.

Pengeroyokan pun tidak dapat terhindarkan hingga korban menyerah dan hampir meninggal. Saat ini korban sedang di rawat intensif di rumah sakit sambil menunggu kepastian proses dari pihak Kepolisian. (ak)