Kapolres akui sulit ungkap pelaku penganiaya dua anggota BKPH di Bima

Kapolres akui sulit ungkap pelaku penganiaya dua anggota BKPH di BimaReviewed by adminon.This Is Article AboutKapolres akui sulit ungkap pelaku penganiaya dua anggota BKPH di BimaMataram (Detikntbcom),- Pelaku penganiyaan berat diduga dilakukan oleh sejumlah oknum masyarakat Desa Woro Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima belum juga terungkap. Kapolres Bima AKBP Gunawan Tri Hatmoyo mengakui sulit untuk menangkap pelaku. Kesulitan mengungkap dan menangkap pelaku tersebut diakui Gunawan disebabkan warganya terkesan terutup saat ada petugas kepolisian yang datang ke lokasi tempat kejadian perkara (TKP). […]
Kapolres Bima Gunawan Tri Hatmoyo (Dok. Istimewa)

Mataram (Detikntbcom),- Pelaku penganiyaan berat diduga dilakukan oleh sejumlah oknum masyarakat Desa Woro Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima belum juga terungkap.

Kapolres Bima AKBP Gunawan Tri Hatmoyo mengakui sulit untuk menangkap pelaku. Kesulitan mengungkap dan menangkap pelaku tersebut diakui Gunawan disebabkan warganya terkesan terutup saat ada petugas kepolisian yang datang ke lokasi tempat kejadian perkara (TKP).

“Kita lakukan olah TKP di sana (Desa Woro) situasi masyarakat di sana luar biasa. Bukan masalah tegang, sulit. Di sana itu luar biasa, kita olah TKP di sana ga ada satupun masyarakatnya coba. Masyarakat di sana ya kita ga mau bilang ga kooperatif atau gimana ya, artinya ya sudah satu kata saja (tertutup),” ungkap Gunawan diwawancarai, Kamis (18/9) kemarin di Mataram.

“Saksi kita kemarin kita langsung datang ke sana kok. Nah terus saksi yang lain dari masyarakatnya susah. Semua (tertutup) yah,” tambahnya.

Ditanya, sudah berapa orang yang diperiksa?, Untuk hal itu pihaknya belum bisa menjelaskan, hanya saja diminta untuk mengkonfirmasi langsung ke Kasat Reskrim. Namun dirinya mengungkap akan ada yang jadi tersangka dalam waktu dekat. Hanya saja belum bisa diinformasikan.

“Ada satu. Ada satu. Jangan disebut ga boleh masih diduga,” jelasnya.

Sementara Kasat Reskrim Polres Bima Adhar, S.Sos dikonfirmasi terpisah siang ini mengaku sudah ada titik terang terhadap pelaku penganiyaan tersebut.

“Insya Allah sudah ada titik terang. Kemarin sudah mau kita eksekusi tersangkanya terkendala lagi dengan kejadian (perang antar kampung) Waro vs Tangga Baru,” ungkap Putra Bima ini.

Untuk pelakunya katanya, sementara mengarah kepada lebih dari dua orang. “Mengarah ke pelaku lebih dari dua org. Masih kita dalami lagi karna korban tidak mengenal semua pelakunya,” jelasnya.

Sebelumnya, dua anggota Badan Kesatuan Pengelolaan Hutan wilayah Madapangga Rompu Waworada (BKPH Marowa) dikeroyok oleh sejumlah oknum masyarakat diduga dari warga Desa Woro Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima pada, Jumat (4/9) siang.

Menurut keterangan salah seorang Korban dari anggota BKPH Fitrah Fadli yang berada di lokasi kejadian, pengeroyokan terjadi saat timnya sedang ingin mengangkut kayu jati sebanyak empat kubik dari hasil illegal logging hutan lindung di sekitar Desa Woro oleh warga sekitar.

Bahkan atas peristiwa tersebut, Gubernur NTB Zulkieflimansyah mengecam atas peristiwa itu dan mendesak kepada Kapolda NTB untuk mengusut tuntas pelakunya. (Iba)