Kapolda dan Danrem 162 minta paslon SUKA perhatikan keselamatan warga

Kapolda dan Danrem 162 minta paslon SUKA perhatikan keselamatan wargaReviewed by adminon.This Is Article AboutKapolda dan Danrem 162 minta paslon SUKA perhatikan keselamatan wargaDompu (Detikntbcom),- Kapolda NTB Irjen. Pol. M. Iqbal, S.IK, MH dan Danrem 162 Wira Bakti (WB) Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdani menemui sekaligus bersilaturahmi dengan pendukung dan simpatisan Pascabup H. Syaifurrahman Salman SE – Ika Rizky Veriyani (SUKA) di Cafe Uma Tua, Kelurahan Potu. Jumat (25/9/2020) pagi. Usai menemui tim sukses dan para partai politik […]
Rombongan Kapolda dan Danrem 162 usai berdialog dengan sejumlah pihak di Dompu

Dompu (Detikntbcom),- Kapolda NTB Irjen. Pol. M. Iqbal, S.IK, MH dan Danrem 162 Wira Bakti (WB) Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdani menemui sekaligus bersilaturahmi dengan pendukung dan simpatisan Pascabup H. Syaifurrahman Salman SE – Ika Rizky Veriyani (SUKA) di Cafe Uma Tua, Kelurahan Potu. Jumat (25/9/2020) pagi.

Usai menemui tim sukses dan para partai politik pengusung SUKA, sekira pukul 10.20 Wita, Kapolda dan Danrem bergegas menuju dan sekaligus bersilaturahmi dengan Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Dompu yang dihadiri juga oleh Ketua KPU Drs. Arifuddin.

Kapolda NTB saat bertatap muka dengan sejumlah Parpol dan simpatisan SUKA di Caffe Uma Tua menyampaikan bahwa Paslon SUKA dinyatakan tidak memenuhi syarat saat penetapan Pascabup oleh KPU Kabupaten Dompu.

Tetapi, Kapolda menyampaikan arahan, bahwa hal itu adalah hak konsitusional untuk melakukan gugatan atas hasil tersebut ke pihak Bawaslu Kabupaten Dompu.

“Permasalahan ini menjadi sorotan, dikarenakan pada saat simpatisan tim SUKA melakukan aksi dengan menggerakan masa yang banyak yang dimana membahayakan keselamatan masyarakat yang berpotensi terjadi penularan Covid-19 dan berdampak buruk bagi warga lain,” ungkap Kapolda.

Untuk itu, Kapolda berharap kepada para ketua Parpol, tim sukses dan simpatisan SUKA untuk membantu kami TNI dan POLRI untuk tidak menggerakan massa dengan jumlah yang banyak.

“Kami sangat berharap kepada bapak bapak menjadi perpanjangan tangan kami untuk menyampaikan hal tersebut kepada para simpatisan,” harapnya.

Masalah yang dihadapi Kabupaten Dompu kata Kapolda, patut diperhatikan karena akan adanya permasalahan baru seperti terjadinya penyebaran Covid-19 karena adanya gesekan antar pendukung. “Saya dan Dandrem berharap kedepannya tidak ada lagi menggerakan massa dengan jumlah yang banyak,” pinta perwira tinggi Polri berbintang dua ini.

Di tempat yang sama, Danrem 162/WB juga meminta dan berharap kepada pendukung SUKA untuk mengutamakan keselamatan masyarakat, jangan sampai ada lagi claster-claster baru Covid-19 di wilayah Kabupaten Dompu.

“Saya dan Kapolda berharap dan meminta kepada masing-masing Partai Politik, tim sukses dan simpatisan untuk bersama-sama menciptakan keamanan dan ketertiban selama tahapan Pilkada berlangsung,” pinta Danrem 162/WB.

Pihaknya percaya, bahwa yang hadir di situ adalah sebagai tokoh-tokoh untuk membantu pihak TNI dan POLRI untuk mencipatakan Pilkada yang aman dan damai dan pihaknya akan memberikan penghargaan sebesar-besarnya.

“Di sini saya dan Kapolda tidak ada memihak kepada siapapun, intinya kami demi kepentingan orang banyak atau masyarakat,” cetusnya.

“Kami tidak melarang rekan-rekan untuk melakukan gugatan bahkan sampai mahkamah, tetapi jangan sampai menggerakan masa yang banyak itu berpotensi terjadinya penyebaran Covid-19 yang dapat membahayakan masyarakat Dompu sendiri,” lanjut Danrem.

Salah satu aktivis Selamat Abadi Sentosa alias Bedel menanggapi, pihaknya menghargai permohonan dari pihak TNI dan POLRI untuk tidak menggerakan massa pada setiap tahapan Pilkada di Kabupaten Dompu dan pihaknya akan mengusahakannya.

Menurut Bedel, setelah dilakukannya komitmen untuk mematuhi protokol kesehatan selama Pilkada berlangsung, Paslon lain banyak yang tidak mengikuti protokol kesehatan.

“Kenapa tidak ditegur dan ditindak lanjuti Paslon Paslon lain, dan aksi kami merupakan akumulasi kekecewaan atas adanya diskriminatif terhadap Paslon SUKA oleh pihak KPU Kabupaten Dompu,” ujar Bedel. (Iba)