Ini Masjid Bantuan yang ‘Dipalak’ Kedua Tersangka IK dan BA

Ini Masjid Bantuan yang ‘Dipalak’ Kedua Tersangka IK dan BAReviewed by adminon.This Is Article AboutIni Masjid Bantuan yang ‘Dipalak’ Kedua Tersangka IK dan BAMataram,- Sejumlah masjid di Lombok Barat yang mendapat bantuan dari Pemerintah sejumlah Rp6 miliyar melalui Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi NTB yang dipalak oleh Kepala Tata Usaha berinisial IK dan BA sebagai staf Kemenag Lombok Barat yang ditangkap jajaran Polres Mataram, Selasa (15/01). Masjid-masjid tersebut berada di wilayah Lombok Barat yakni di Kecamatan […]
Foto: Kapolres Mataram AKBP Saiful Islam memperlihat BB dari tersangka pemalak dana bantuan masjid

Mataram,- Sejumlah masjid di Lombok Barat yang mendapat bantuan dari Pemerintah sejumlah Rp6 miliyar melalui Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi NTB yang dipalak oleh Kepala Tata Usaha berinisial IK dan BA sebagai staf Kemenag Lombok Barat yang ditangkap jajaran Polres Mataram, Selasa (15/01).

Masjid-masjid tersebut berada di wilayah Lombok Barat yakni di Kecamatan Gunung Sari, Kecamatan Lingsar dan Kecamatan dan di Batu Layar.

Baca juga berita terkait: 

Hasil Pengembangan ‘Palak’ Dana Bantuan Masjid, Atasannya Diamankan

“Totalnya ada 4 mesjid di (Kecamatan) Gunung Sari, 4 Masjid di Lingsar dan 5 Masjid di Batu Layar,” terang Kapolres Mataram AKBP Saiful Alam saat jumpa pers, Rabu (16/01) siang.

BA yang ditangkap terlebih dahulu melakukan pemalakan kepada sejumlah pengurus masjid atas perintah Kepala Tata Usaha Kementerian Agama Lombok Barat yakni IK.

“Disamping BA menerima dari IK perintah untuk melakukan pungutan liar, dan uangnya disetor kepada (atasannya) IK. BA sendiri juga melakukan pungutan lagi untuk kepentingan dirinya sendiri,” terang Saiful.

Dia menambahkan, uang yang dipungut tersebut bervariasi antara Rp5-20 juta rupiah. Sehingga jumlah uang tunai yang disita dari kedua pelaku ratusan juta rupiah.

Kini, Kedua tersangka diamankan di Mapolres Mataram untuk didalami lebih lanjut dan kemungkinan ada tersangka lain yang ikut terlibat dari hasil pengembangan kedua tersangka dan 6 orang saksi.

IK maupun BA sudah diamankan di Mapolres Mataram untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Keduanya diancam hukuman penjara 20 tahun dan denda Rp1 miliyar rupiah. (Iba)