HMI UIN Mataram Tuding Kampus Bohongi Mahasiswa Soal Kuota Gratis 30GB

HMI UIN Mataram Tuding Kampus Bohongi Mahasiswa Soal Kuota Gratis 30GBReviewed by adminon.This Is Article AboutHMI UIN Mataram Tuding Kampus Bohongi Mahasiswa Soal Kuota Gratis 30GBMataram (DetikNTB.Com),- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI-MPO) Komisariat Bintang UIN Mataram menilai Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram dituding telah membohongi mahasiswa terkait pemberian kouta internet 30GB IM3. “Kuota 30GB IM3 yang diumumkan oleh kampus melalui akun facebook Humas UIN Mataram beberapa hari yang lalu pada tanggal 2 April 2020 dan saat press release ini dibuat kami melakukan […]
Ketua Umum HMI Komisariat Bintang UIN Mataram, Fahri Rahman saat diwawancara awak media beberapa bulan lalu (istimewa)

Mataram (DetikNTB.Com),- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI-MPO) Komisariat Bintang UIN Mataram menilai Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram dituding telah membohongi mahasiswa terkait pemberian kouta internet 30GB IM3.

“Kuota 30GB IM3 yang diumumkan oleh kampus melalui akun facebook Humas UIN Mataram beberapa hari yang lalu pada tanggal 2 April 2020 dan saat press release ini dibuat kami melakukan pengecekan kembali di akun tersebut dan ternyata sudah tidak ada lagi (dihapus),” ungkap, Ketua Umum HMI Komisariat Bintang UIN Mataram, Fahri Rahman, Sabtu (4/4) di Mataram seperti diterima media ini.

Kuota gratis 30GB yang marak diperbincangkan oleh mahasiswa/i akhir-akhir ini jelasnya untuk mensubsidi Mahasiswa ternyata bukan resmi pemberian dari kampus melainkan dari program kartu IM3 sendiri.

“Ini jelas membuktikan bahwa UIN Mataram telah membohongi mahasiswa,” tuding Fahri.

Menurut website resmi IM3, program gratis kuota 30GB IM3 sendiri diperuntukan untuk mahasiswa/i dan pelajar-pelajar di seluruh Indonesia untuk mengakses platfrom belajar online selama karantina di rumah masing-masing bukan diperuntukan untuk mahasiswa UIN Mataram saja.

Untuk menunjang keaktifan serta keikutsertaan mahasiswa dalam proses perkuliahan berbasis online maka diperlukan tanggung jawab dan kebijakan kampus untuk menyediakan dana guna memfasilitasi mahasiswa/i untuk membeli pulsa dan kuota internet melalui jaringan telekomunikasi yang baik dan lacar yang tersedia serta mudah diakses di daerah masing-masing.

“Oleh karena itu, saya meminta kepada Rektor UIN Mataram untuk memecat pihak Humas yang memberikan informasi bohong itu,” tegasnya. (Iba)