HMI Bandung Raya Kutuk Pihak Keamanan Pukuli Massa Aksi di Mataram

By: On:
HMI Bandung Raya Kutuk Pihak Keamanan Pukuli Massa Aksi di Mataram
Foto: Ketua HMI Komisariat Hijau HItam pingsan karena menjadi bulan-bulanan aparat keamanan yang menjaga aksi HMI dan LMND Cabang Mataram

Bandung (DetikNTB.com),- Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) sejumlah masa aksi yang tergabung dalam aliansi pejuang aspirasi rakyat (Aparat) 2 mei 2019 siang tadi, dalam aksi demonstrasi ini sejumlah masa aksi dri HMI MPO dan LMND Cabang Mataram mendapatkan tindakan yang tidak wajar dari pihak kepolisian di Mataram tadi siang.

Atas aksi ricuh tersebut, setidaknya dua kader HMI yakni Muhammad Arif Ketua HMI Komisariat Hijau Hitam Cabang Mataram dan seorang kader lainnya menjadi bulan-bulanan aparat keamanan dan security yang berjaga di dalam kantor Gubernur NTB.

“Mengutuk keras tindakan aparatur kepolisian terhadap seluruh masa aksi demonstrasi di Mataram NTB,” kecam ketua Umum HMI Cabang Bandung Raya, Fathul Nur Rahman, Kamis (02/05) seperti pernyataan tertulis yang diterima media ini.

BERITA TERKAIT: Ratusan Massa Gedor Kantor Gubernur NTB, Dua Mahasiswa Terluka dan Pingsan

Padahal sambungnya, dalam uu no 12 Tahun 2002 tentang Polri pasal 2 bagaimana fungsi kepolisian sebagai pengayom dan pelindung masyarakat. Hal demikian perilaku kepolisian dalam menangani kasus demonstrasi tidak sesuai dengan UU yang berlaku.

“Musnahlah sudah seluruh cita-cita bangsa ini, musnahlah sudah seluruh amanat para pendiri bangsa ini. Kepolisian sebagai penanggungjawab atas terselenggaranya roda hukum justru mencederai dari pada dinamika hukum itu sendiri,” katanya.

Sementara, mantan Ketua HMI Cabang Bandung Raya Muhammad Ridwan, tindakan yang dilakukan oleh pihak kepolisian tersebut katanya, tidak semestinya terjadi di negara ini, bangsa indonesia ini lahir atas dasar perjuangan para pemuda.

“Pantaskah kepolisan memikul jabatan sebagai pengayom dan penegak hukum dalam suatu negara?,” tanya Ketua KPC HMI Cabang Bandung Raya ini.

Atas kejadian tersebut sejumlah tuntutan dilayangkan yakni, mengutuk keras tindakan aparatur kepolisian terhadap seluruh masa aksi demonstrasi di Mataram NTB, Aparatur negara wajib hukumnya tunduk pada 4 pilar berbangsa dan bernegara, laksanakan tugas dengan baik sesuai amanat UU 2 Tahun 2002, segera di tangkap dan adili pelaku kriminalitas terhadap masa aksi, copot jabatan pelaku tindakan kriminalitas terhadap masa aksi, dan realisasikan negara yang adil dan makmur. (Iba)