Hadiri Munas Dan Konbes NU, Jokowi Didemo HMI

Hadiri Munas Dan Konbes NU, Jokowi Didemo HMI

MATARAM – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mataram menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo dengan aksi menyampaikan tuntutan di Mataram, Lombok NTB. (23/11/2017)

Kegiatan yang dimulai di halaman gedung Gelanggang Pemuda NTB ini diagendakan dengan damai tanpa orasi, melainkan long march sambil melantunkan syalawat badar.

Namun karena pihak keamanan dalam hal ini TNI dan Polri tidak mengijinkan masa aksi melanjutkan agenda aksi serta oleh pihak TNI mengambil paksa semua atribut aksi, masa aksi tetap bertahan dan tertib.

Koordinator Lapangan Fahru Rozy menuturkan bahwa pihak keamanan belum mengijinkan HMI untuk melakukan long march sesuai agenda sebelumnya.

“Atribut aksi telah diambil paksa oleh aparat, sementara long march yang awalnya harus kami laksanakan
tidak bisa dilakukan,” ujarnya.

Sempat terjadi dialog antara Pengurus HMI Cabang Mataram dengan pihak keamanan, sampai sekitar dua jam baru menghasilkan kesepakatan.

Ketua Umum HMI Cabang Mataram L. Kusuma Dedy Wijaya menjelaskan bahwa aksi yang mereka lakukan adalah murni dalam rangka menyampaikan aspirasi mengenai ketidak setujuan HMI Cabang Mataram pada rencana Pemerintahan Joko Widodo memberikan hak pengelolaan beberapa aset vital negara yang merupakan cabang produksi berkaitan dengan hajat hidup orang banyak ke swasta dan asing .

“Ini murni aspirasi, kami mengingatkan pemerintah agar tidak sewenang-wenang memberikan hak pengelolaan aset vital negara kepada asing. Jika dilakukan kami terus melawan,” Tegas Dedy

“Coba ingat sejarah bangsa ini dijajah. Awalnya korporasi bisnis (VOC) masuk, kemudian seiring berjalannya waktu berkuasa dan kemudian akhirnya menjajah kita,” Tuturnya

Lanjut Dedy memberikan klarifikasi atas opini yang berkembang bahwa HMI mengganggu proses acara Munas dan Konbes NU.

“Saya tegaskan, HMI mendukung penuh bagi kesuksesan pelaksanaan Munas dan Konbes NU di Mataram, namun ini murni aspirasi, yang kebetulan momentumnya pak Jokowi hadir ke NTB” Jelas Alumni Fakultas Hukum Unram ini

Aksipun hanya dilaksanakan di halaman gedung Gelanggang Pemuda karena tidak diijinkan aparat untuk melanjutkan. Aksi dilanjutkan dengan rangkaian membacakan tuntutan dan syalawat badar oleh seluruh masa aksi.

HMI meminta Presiden Joko Widodo untuk kembalikan kuasa kelola BUMN yang telah di alihkan ke asing untuk dikelola sepenuhnya oleh Negara, hentikan hutang luar negeri, stop rencana pengalihan kuasa pengelolaan aset-aset negara ke asing khususnya yang ada di NTB, cabut UU No 2 Tahun 2017 tentang Ormas yang mereduksi demokrasi bangsa.

Sebelumnya pemerintah berencana mengalihkan pengelolaan beberapa aset vital negara kepada asing seperti bandara, pelabuhan dan jalan tol. Aset NTB Sendiri yang rencananya akan di jual yaitu Lombok Internasional Airport (LIA), Pelabuhan Badas Sumbawa Barat, Pelabuhan Lembar Lombok Barat, Pelabuhan Carik KLU, Pelabuhan Bima juga masuk dalam daftar rencana aset yang akan dikelola asing. (ak)