Gubernur Zul Didesak Hentikan Rencana Kirim Pelajar Ke China

Gubernur Zul Didesak Hentikan Rencana Kirim Pelajar Ke China
Foto: Ketua Umum Badko HMI Nusra Rizal Mukhlis

Mataram,- Buntut dari perlakukan tidak adil dan diskriminasi oleh negara china terhadap umat muslim Uyghur Xinjiang China, rencana Pemerintah Provinsi NTB melalui Gubernur Dr. Zulkieflimansyah mengirim pemuda NTB ke Negara China diminta untuk menghentikan niatannya.

Sebab, menurut Ketua Umum Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Nusa Tenggara (Badko HMI Nusra) Rizal Mukhlis, negara China merupakan Negara Komunis, selain melakukan diskriminasi terhadap umat Muslim juga melakukan pelanggaran hak beragama dan hak azasi manusia (HAM) yang bertentangan dengan dasar negara Indonesia bahwa setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaannya serta penjajahan di atas dunia harus dihapuskan.

“Oleh karena itu, saya mendesak Gubernur NTB untuk mengentikan niatannya,” desaknya, Sabtu (22/12) di Mataram.

Meskipun katanya, sudah ada anggaran Rp 70 miliyar dari pemerintah China melalui ITDC untuk membiayai para pemuda NTB untuk belajar di China.

Rizal menambahkan, bahwa paham komunis yang dianut oleh China akan berpengaruh terhadap kondisi NTB dan Indonesia mendatang. Menurutnya, paham komunis punya sejarah kelam panjang dengan Indonesia, bagaimana partai yang berpaham komunis membantai para ulama di Indonesia kala itu.

Selain mendesak Gubernur NTB menghentikan niatanya mengirim pemuda NTB belajar ke china, Alumni Mahasiswa UIN Mataram ini juga mendesak pemerintah Indonesia untuk mengusir Duta Besar China di Jakarta sebagai bentuk protes atas tindakan keji yang dilakukan oleh negara Tirai Bambu tersebut.

“Sebagai Bangsa yang berpenduduk muslim terbesar, Indonesia harus mengecam pemerintah China atas kebiadaban dan menghentikan diskriminasi terhadap muslim Uyghur,” katanya. (Iba)