GM Santika Hotel Harap Indonesia Belajar di Jepang Soal Penanganan Gempabumi

GM Santika Hotel Harap Indonesia Belajar di Jepang Soal Penanganan GempabumiReviewed by adminon.This Is Article AboutGM Santika Hotel Harap Indonesia Belajar di Jepang Soal Penanganan GempabumiMataram,-  General Manager (GM) Santika Hotel Reza Bovier menyarankan pemerintah Indonesia perlu belajar ke Negara Jepang berkaitan dengan penanganan gempa bumi untuk mememberi kenyamanan kepada para wisatawan saat dan pasca gempa bumi. Reza menilai, Negeri Sakura tersebut mampu memberikan kepercayaan kepada para wisatawan yang berkunjung di sana pada saat gempa bumi berkekuatan 9.0 SR yang […]
Foto: GM Santika Hotel Reza Bovier (Kanan) bersama Owner Bidari Hotel I Gede Gunanta (kiri)

Mataram,-  General Manager (GM) Santika Hotel Reza Bovier menyarankan pemerintah Indonesia perlu belajar ke Negara Jepang berkaitan dengan penanganan gempa bumi untuk mememberi kenyamanan kepada para wisatawan saat dan pasca gempa bumi.

Reza menilai, Negeri Sakura tersebut mampu memberikan kepercayaan kepada para wisatawan yang berkunjung di sana pada saat gempa bumi berkekuatan 9.0 SR yang melandanya maret 2011 dengan memberikan tiket gratis untuk kembali pulang ke Negara asalnya bahkan untuk kembali berkunjung ke Negara tersebut. Bukan hanya itu, hotel pun digratiskan sesuai dengan reservasi harga kamar hotelnya saat kembali.

“Saya nginap di situ (hotel sekelas melati) 4 malam 5 hari. Jadi saya diberikan kompensasi 4 hari suami istri anak sesuai dengan pertama kali reservasi saya datang untuk kapan aja nanti, berlaku sampai kapan? seumur hidup!, tapi sekali,” cerita Reza di Lounge Bidari Hotel didampingi Ketua Bidang Humas dan Sosialisasi DPD Insan Pariwisata Indonesia (IPI) NTB yang merasakan langsung gempa Jepang jauh di atas gempa yang terjadi di NTB, Rabu (30/01) siang.

Menurutnya, surat jaminan gratis atau asuransi untuk kembali ke Jepang tersebut katanya resmi dari otoritas pemerintah Jepang yang semata-mata memberikan kenyamanan terhadap para pelancong di negeri Sakura untuk bisa kembali merasakan atmosfir negeri seribu gempa tersebut.

“Tidak sampai setahun mas, bulan Juni 2011 saya balik lagi ke Jepang. Ga sampai setahun. Biaya perjalanan saya kembali ke sana bersama biaya hotel langsung diganti. Itulah kepercayaan, trust,” tambah ketua Asosiasi Hotel Mataram 2014-2016 ini.

Dia menambahkan, program yang bertele-tele yang seperti yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia khususnya NTB yang merasakan terdampak gempa untuk memberi kepercayaan kepada wisatawan untuk kembali tidak pernah dilakukan oleh pemerintah Jepang.

“Asuransinya luar biasa, dan itu wajib peraturan pemerintah. Ga perlu promosi kemana-mana dia (termasuk studi banding yang dilakukan oleh pemerintah5) itu ga ada di Jepang,” katanya semangat.

Meskipun Jepang dihantam gempa dan menjadi Negara seribu gempa kata Reza, negeri yang ramai dikunjungi para pelancong tersebut mau belajar dengan sungguh-sungguh dari pengalaman dari gempa-gempa sebelumnya.

“Makannya belajar. Kita kan harus belajar. Gitu loh harus belajar dan sungguh-sungguh,” saran Reza. (Iba)