Figur Ancam Akan Kacaukan Kunjungan Jokowi ke Dompu

Figur Ancam Akan Kacaukan Kunjungan Jokowi ke DompuReviewed by adminon.This Is Article AboutFigur Ancam Akan Kacaukan Kunjungan Jokowi ke DompuDompu,- Ratusan guru honorer yang tergabung dalam Forum Komunikasi guru honorer (Figur) se-Kabupaten Dompu, Kamis (26/07) menggelar aksi unjuk rasa di kantor Bupati. Tidak tanggung-tanggung demo yang menuntut ada perbaikan nasib bagi guru honorer mengancam akan mengacaukan kehadiran Presiden RI Joko Widodo pada 30 Juli mendatang. Ancaman keras melalui korlap aksi Juliansyah itu terlontar saat […]
Foto : Forum Komunikasi Guru Honore (Figur) Kabupaten dompu saat demo di Dompu

Dompu,- Ratusan guru honorer yang tergabung dalam Forum Komunikasi guru honorer (Figur) se-Kabupaten Dompu, Kamis (26/07) menggelar aksi unjuk rasa di kantor Bupati.

Tidak tanggung-tanggung demo yang menuntut ada perbaikan nasib bagi guru honorer mengancam akan mengacaukan kehadiran Presiden RI Joko Widodo pada 30 Juli mendatang.

Ancaman keras melalui korlap aksi Juliansyah itu terlontar saat ingin bertemu dengan Bupati Drs H Bambang M Yasin. Tapi pada saat yang sama Bupati tak berada ditempat sehingga tidak bisa bertemu.

Massa Figur kecewa karena ingin menyampaikan secara langsung tuntutanya. Atas kekecewaanya itu mereka mengancam akan membuat instabilitas daerah terganggu.

”Kehadiran Jokowi di daerah tidak penting bagi kami, kita Boikot Manggelewa (pusat kedatangan Jokowi,red) biar menjadi terganggu,” tandas Juliansyah.

Situasi sempat memanas karena sebahagian massa ingin memaksa masuk kekantor Bupati untuk memeriksa setiap ruangan. Untungnya sebahagian yang lain menenangkanya.

Masa Figur akhirnya diterima oleh Kadis Dikpora H Ikhtiar Yusuf, SH dan dia berjanji akan memperhatikan nasib para guru honorer. Namun demikian pihaknya akan membicarakan dulu dengan instansi terkait serta DPRD Dompu tentang ketersediaan anggaran. ”Kalkulasi anggaranya kecil, Insha Allah kita perjuangkan bersama,” janji Ikhtiar.

Setelah mendengar penjelasan Kadis Dikpora tersebut massa bisa menerima tetapi mereka mengingatkan agar sang Kadis tidak bohong, sebab kalau itu terjadi maka pihak Figur akan melakukan aksi yang lebih besar dan lebih keras lagi.

(IBA)