Fakta Temuan Sidak, Tim Pemda Dapati Empat Vila Bodong

Fakta Temuan Sidak, Tim Pemda Dapati Empat Vila BodongReviewed by adminon.This Is Article AboutFakta Temuan Sidak, Tim Pemda Dapati Empat Vila BodongLombok Barat,- Menyeruak isu vila bodong dikawasan destinasi wisata Senggigi Kecamatan Batu Layar Lombok Barat, terindikasi sekitar puluhan lokasi tidak berijin serta berijin tapi menyalahgunakan ijin. Menindaklanjuti perihal tersebut, Tim Pemerintah Daerah seperti Pol PP, pihak Perijinan, Bappeda, Bapenda, pihak Kecamatan dan sejumlah awak media ikut melakukan Sidak atau pengecekan lapangan, al hasil, ditemukan empat […]
Foto: Salah Satu Bangunan Villa Bodong Di Kawasan Pantai Meninting Lombok Barat Hasil Pengecekan Tim Pemda Lobar

Lombok Barat,- Menyeruak isu vila bodong dikawasan destinasi wisata Senggigi Kecamatan Batu Layar Lombok Barat, terindikasi sekitar puluhan lokasi tidak berijin serta berijin tapi menyalahgunakan ijin. Menindaklanjuti perihal tersebut, Tim Pemerintah Daerah seperti Pol PP, pihak Perijinan, Bappeda, Bapenda, pihak Kecamatan dan sejumlah awak media ikut melakukan Sidak atau pengecekan lapangan, al hasil, ditemukan empat villa yang terindikasi bodong.

Kasat Pol PP Mahnan menjelaskan, giat sidak atau pengecekan lokasi sekarang yakni menindaklanjuti perintah Bupati terkait adanya indikasi villa bodong diwilayah Senggigi dan Batulayar. Langkah ini berdasarkan hasil koordinasi dan keputusan tim bersama instansi terkait.

Fakta hasil lapangan sekarang, ditemukan sejumlah unit bangunan yang terindikasi villa bodong tidak berijin seperti dilokasi Mana Kebon.

“Villa ini sebelumnya pernah mengajukan ijin namun tidak direkomendasi oleh tim dikarenakan lokasinya berada dikemiringan lahan. Namun faktanya pun tetap melanjutkan,” ungkapnya.

Fakta lainnya lanjut Mahnan, yakni terdapat villa bodong berada di perumahan Grand vill yang berada di dua lokasi yang sama. Lagi lagi kasusnya tidak memiliki rekomendasi dari tim karena menyalahi persyaratan teknis seperti pembangunannya terlalu dekat dengan sepadan sungai.

“Tim sudah memberikan arahan untuk mundur karena tidak memenuhi syarat syarat teknis. Villa ini tetap membangun,” bebernya.

Lebih jauh papar Mahnan, villa bodong yang berada di seputaran Meninting masih terindikasi dengan bodong. Pun villa ini sebenarnya terkena kasus lama, karena sebelumnya Pol PP sudah melakukan peneguran dan faktanya teguran tidak diindahkan dan tetap terlihat bangunan tetap berkembang dan sudah setinggi ini.

Dari empat villa bodong yang ditemukan di empat lokasi ini, pihaknya akan melakukan koordinasi teknis lanjutan untuk menentukan sikap berikutnya. Karena yang disimpulkan, tidak terhenti pada pemeriksaan atau cek lokasi saja, tetapi tetap akan melanjutkan. Jangan sampai tahapan ini lantas menghilang begitu saja.

“Ini khusus yang tidak berijin,” jelasnya.

Pada tahap berikutnya yakni sambil monitoring perkembangan tahap yang tidak berijin, akan dilanjutkan pada kasus yang memiliki ijin tetapi menyalahi ijin. Bisa saja villa prifat tapi dikomersilkan dan itu semua akan disisir.

Ada beberapa informasi dari Dispenda yang diketahui beberapa titik bangunan yang menggunakan ijin penginapan tetapi berisikan Spa dan sejenisnya.

“Kami akan sisir lokasi itu dan ini adalah tahap yang ke dua,” terangnya.

Dia menyebutkan, untuk membuktikan fakta lapangan adalah tergantung hasil pengecekan lokasi, itu yang akan menjadi acuan. Sebab dari sumber data dari Bappeda, Perijinan dan juga pihak Kecamatan Batu Layar, terdapat indikasi tidak singkron dengan data yang dimiliki.

Kita akan singkronisasi data dulu, kemudian jika sudah final dengan data yang dimiliki setelah hasil semua pengecekan lapangan, barulah akan diketahui jumlah bangunan seperti villa bodong dan villa berijin tapi menyalahgunakan ijin.

Endingnya akan ada langkah hingga melalui proses penututan jika pada putusannya nanti harus penutupan maka prosesnya juga tetap harus ditutup.

“Ini kan menyangkut pelanggaran perda dan pasti ada sangsinya,” tegasnya.

Sementara Kasi Trantib Kecamatan Batulayar Herman Hugo mengatakan, villa bodong yang beroperasi di kawasannya diperkirakan 50 persen diantaranya tidak berijin dan rata rata komersil serta bukan villa pribadi.

“Setahu saya hanya satu villa pribadi yaitu villa Lampu yang ada di Senggigi yang lain itu banyak yang komersil,” ungkapnya.

Semua villa yang diketahuinya banyak yang tidak memberikan pemberitahuan baik di desa maupun kecamatan setempat.

“Jika melihat maraknya pembangunan villa villa ini terindikasi bodong,” tutupnya. (W@N)