Dianggap Tak Manusiawi, Korban Kebakaran di Bima tetap Ditagih Biaya Listrik

Dianggap Tak Manusiawi, Korban Kebakaran di Bima tetap Ditagih Biaya ListrikReviewed by adminon.This Is Article AboutDianggap Tak Manusiawi, Korban Kebakaran di Bima tetap Ditagih Biaya ListrikBima (DetikNTB.Com),- Perusahaan Listrik Negara (PLN) menagih biaya beban pelanggan kepada korban kebakaran di Desa Rite Kecamatan Ambalawi kabupaten Bima yang terjadi tanggal 19 Januari 2020 lalu. Penagihan ini dinilai tidak manusiawi disaat korban masih mencoba bangkit dan melupakan duka. “Sekitar empat hari setelah kejadian kebakaran kami pihak keluarga sudah didatangi oleh petugas yang menagih, […]
Foto: Rumah korban terlihat berantakan usai terbakar di Ambalawi Bima (Ist)

Bima (DetikNTB.Com),- Perusahaan Listrik Negara (PLN) menagih biaya beban pelanggan kepada korban kebakaran di Desa Rite Kecamatan Ambalawi kabupaten Bima yang terjadi tanggal 19 Januari 2020 lalu. Penagihan ini dinilai tidak manusiawi disaat korban masih mencoba bangkit dan melupakan duka.

“Sekitar empat hari setelah kejadian kebakaran kami pihak keluarga sudah didatangi oleh petugas yang menagih, namun kami belum melakukan pembayaran, kemudian pada bulan Februari ini sudah beberapa kali dihubungi diminta segera membayar pemakaian bulan sebelumnya,” kata Hening Setiawati, salah seorang anak korban kebakaran, Jumat, (14/02) kemarin.

Atas peristiwa tersebut, pihaknya sudah melaporkan di kantor PLN Ambalawi dan menanyakan terkait kebijakan untuk korban kebakaran namun belum ada respon.

Petugas PLN terangnya, malah tetap datang melakukan pengutipan dan meminta segera membayar. Di saat dirinya masih berupaya berjuang mengumpulkan sisa-sisa untuk bangkit dan memikirkan kesembuhan ibunya.

“Harusnya malah PLN memberikan kompensasi. Kalau ditagih terus begini tidak manusiawi,” sebut Hening.

Sebelumnya, kebakaran hebat yang diduga akibat ledakan tabung gas elpiji 3 kg menghanguskan ruko dan seluruh isinya di Desa Rite Kecamatan Ambalawi.

Peristiwa terjadi pada tanggal 19 Januari 2020 dini hari sekitar pukul 01.30 WITA sampai dengan pukul 03.30 WITA.

Kebakaran menyebabkan kerugian materil hingga ratusan juta rupiah serta menyebabkan pemilik ruko 1 orang meninggal (H. Arsyadin, S.Pd) dan 1 orang (Hj. Suryati) masih di rawat di RSUP Sanglah Denpasar Bali sampai dengan berita ini diturunkan. (Iba)