Demo di Kantor Gubernur, Mahasiswa NTB Minta Ijin Metzo Dicabut

Demo di Kantor Gubernur, Mahasiswa NTB Minta Ijin Metzo DicabutReviewed by adminon.This Is Article AboutDemo di Kantor Gubernur, Mahasiswa NTB Minta Ijin Metzo DicabutMataram (DetikNTB.Com),- Massa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang dan Badko, KAMMI serta SEMI NTB yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa NTB menggelar aksi unjuk rasa di kantor Gubernur NTB. Mereka mendesak Gubernur NTB melakukan koordinasi dengan pemerintah Lombok Barat untuk secepatnya mencabut ijin Cafe Metzo yang berada di Batu Layar Senggigi Lombok Barat. Dalam orasinya, […]
Foto: Seorang orator tengah melakukan orasi di atas mobil komando l. Terlihat tuntutan mahasiswa terhadap Metzo

Mataram (DetikNTB.Com),- Massa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang dan Badko, KAMMI serta SEMI NTB yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa NTB menggelar aksi unjuk rasa di kantor Gubernur NTB.

Mereka mendesak Gubernur NTB melakukan koordinasi dengan pemerintah Lombok Barat untuk secepatnya mencabut ijin Cafe Metzo yang berada di Batu Layar Senggigi Lombok Barat.

Dalam orasinya, ketua Umum Badko HMI Nusra, Rizal Mukhlis meminta kepada Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah untuk segera mencabut ijin cafe tersebut karena diduga menyediakan tari tanpa busana.

“Ini sangat menciderai wisata halal NTB,” tegas Rizal di depan kantor Gubernur NTB, Selasa (25/2) siang.

Sementara, Ketua Umum HMI Cabang Mataram, Andi Kurniawan mendesak Pemda Lombok Barat untuk segera mencabut ijin tersebut.

“Polda NTB sejauh ini telah menetapkan dua orang gadis, penari telanjang sebagai tersangka yakni, SM dan YM. Dan mengamankan seorang laki-laki, DA karena diduga memberikan fasilitas berdasarkan laporan dari masyarakat,” ujar Andi seperti press rilis diterima media ini.

Aksi yang dipimpin Imam Wahyudin tersebut sebelumnya mendatangi Markas Polisi Daerah (Mapolda) NTB. Menurut Yudin sapaannya, pementasan tarian telanjang untuk melayani tamu-tamu di Metzo Executif dan Karaoke Lombok menurutnya tidak hanya persolan moral privat melainkan moral publik.

Keberadaanya katanya, telah merusak citra negeri 100 Masjid dan Wisata Halal yang telah mengangkat dan memperkenalkan NTB di dunia internasional. Di tsamping bobroknya paradigma pembangunan yang menggadaikan kebudayaan dan moralitas. Moral publik, kebudayaan NTB, Pariwisata Halal dan Perubahan Paradigma Pembangunan yang mesti diselamatkan.

“Tidak bisa penari telanjang saja yang ditetapkan sebagai tersangka. Kami menduga semua pihak yang terkait perlu untuk diusut Polda NTB,” katanya.

Adapun sejumlah tuntutan massa aksi antara lain sebagai berikut:

1. Mendesak Bupati Lombok Barat Mencabut Ijin Usaha Metzo Executive Karaoke Lombok

2. Mendesak Kapolda NTB untuk mengusut kasus tarian telanjang sampai akar-akarnya tanpa pandang bulu.

3. Mendesak Kapolda NTB menyisir tempat hiburan yang menyediakan jasa tindakan asusila.

4. Mendesak Kapolda NTB untuk memasang garis polisi di seluruh bangunan Metzo Executive Karaoke Lombok

5. Mendesak Owner dan Manajemen Metzo Executive agar meminta maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat NTB.

6. Mendesak Gubernur NTB untuk istiqomah menjalankan dan menegakkan Perda Wisata Halal dan menyelaraskan paradigma pembangunan yang sesui dengan Nilai-Nilai ke-NTB-an.

7. Mendesak Bupati Lombok Barat dan Gubernur NTB untuk tidak melindungi pengusaha Metzo Executive dan Karaoke Lombok.

Sebelumnya dihubungi terpisah, owner Metzo, Wolini belum memberikan respon atas tuntutan para mahasiswa tersebut hingga berita ini dipublis. (Iba)