Cinta ditolak, wanita asal Kumbe berakhir tragis di tangan kekasihnya sang dosen

Cinta ditolak, wanita asal Kumbe berakhir tragis di tangan kekasihnya sang dosenReviewed by adminon.This Is Article AboutCinta ditolak, wanita asal Kumbe berakhir tragis di tangan kekasihnya sang dosenKota Bima Detikntbcom),- Pelaku penikaman seorang gadis bernama Intan hingga meninggal dunia di jalan Dana Traha, Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima, Rabu (5/8) pagi ini mengaku dirinya adalah salah seorang dosen di salah satu kampus swasta di Kota Bima. Saat diwawancarai di Polres Bima Kota, pelaku berinisial AS ini mengatakan, motifnya menikam Intan […]
(dari kiri ke kanan) Pelaku penikam korban AS asal Wawo, seorang korban asal Kumbe Kota Bima Intan (Dok. Istimewa)

Kota Bima Detikntbcom),- Pelaku penikaman seorang gadis bernama Intan hingga meninggal dunia di jalan Dana Traha, Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima, Rabu (5/8) pagi ini mengaku dirinya adalah salah seorang dosen di salah satu kampus swasta di Kota Bima.

Saat diwawancarai di Polres Bima Kota, pelaku berinisial AS ini mengatakan, motifnya menikam Intan gadis asal Kelurahan Kumbe, Kota Bima karena merasa dendam lantaran cintanya tidak direstui oleh korban.

Pelaku yang merupakan warga asal Desa Maria Utara, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima ini menceritakan,  dia dengan korban menjalin hubungan pacaran sejak tahun 2016. Saat selesai kuliah, dia pernah mengajak korban menikah di bulan Desember 2019 lalu.

“Namun saat itu, saya belum siap karena belum cukup punya modal untuk menikah,” ujar pelaku di kantor Polres Bima Kota.

Lanjut dia, rencana menikah pun diundur hingga bulan Februari 2020. Namun, tawaran itu tak mendapat jawaban dari korban maupun keluarganya. Dan ia pun menawari kembali, akan melamar korban di bulan Mei 2020.

“Saat itu, paman saya pergi ke keluarga korban untuk melamar. Namun, ditolak orang tua dan keluarga korban karena alasannya saya dan korban masih keluarga. Memang antara saya dan korban masih sepupu dua,” ujar AS yang mengaku menyesal telah menganiaya kekasihnya itu.

Ia pun mengaku, dirinya pernah pergi mendatangi orang tua korban hingga menangis dan memohon agar hubungannya direstui, karena hanya korban yang hanya dicintainya selama ini.

“Saya pernah pergi memohon ke paman hingga ke orang tua korban sampai menangis dan meminta hubungannya dengan Intan direstui, namun bapak korbah tetap kekeh menolak lamaran saya dan tak pernah merestui hubungan kami,” ungkapnya.

Akhirnya, sambung dia, dengan rasa penuh kecewa dan dendam, pagi tadi, dia membuntuti korban yang biasa setiap pagi korban mengantar ibunya ke pasar.

“Saat bertemu korban, saya memang cekcok dan kalap. Hingga menusuk korban kar na dendam dan kecewa. Saya pun mengaku khilaf dan menyesal atas tindakan saya ini,” ucap AS kepada wartawan. (01)