Buntut Janji Kosong Pemda, Warga Mareje Tanam Padi di Kubangan Jalan

Buntut Janji Kosong Pemda, Warga Mareje Tanam Padi di Kubangan Jalan
Foto: Jalan Rusak Desa Mareje Sekotong Terlihat Seperti Kubangan, Kesal Tidak Diperhatikan Pemerintah, Warga Tanami Padi

Lombok Barat,- Menjawab kekesalan, puluhan warga Sekotong dan Lembar melakukan aksi protes tanam padi di badan jalan yang rusak parah. Kekesalan warga disinyalir akan janji pemerintah yang tidak kunjung terealisasi. Sebelumnya, warga kerap menagih janji dan berharap bisa diperbaiki jalan 3 hingga 4 kilo ini, namun dibalik realita, pemerintah daerah ogah dengan janji sendiri.

Salah seorang warga Desa Mareje Budi mengungkap, akhir pekan kemarin melakukan aksi nekat menanam pohon di kubangan sepanjang jalan di wilayah setempat. Bukan tanpa dasar terang dia, masyarakat itu kesal akibat jalannya tidak diperhatikan.

“Lebih baik ditanami padi saja, karena ini seperti bajakan sawah, tak layak disebut jalan ini,” cetus Budi.

Diakui, warga sudah lelah mengusulkan perbaikan jalan ini lewat Musrenbang desa, kecamatan namun mentok sehingga aksi ini pun dilakukan untuk menuntut janji Pemda untuk memperbaiki akses jalan tersebut, tandasnya..

Hal senada Kepala Desa Mareje, Nurudin menjelaskan, usulan pembangunan jalan ini sudah dimasukkan dalam RKP dan Musrenbang camat semenjak tahun 2013. Akses jalan yang perlu segera dibangun sepanjang 3 kilometer mulai dari dusun ganjar-batupetak yang berbatasan dengan Desa Cendi Manik. Diakui sejak dibuka puluhan tahun lalu persisnya tahun 1996-1997 akses jalan ini tak pernah disentuh pemda padhal saat itu jalan ini sudah masuk jalan kabupaten.

“Musrenbangcam 2016 lalu dari PU bahkan siap mensurvey jalan itu namun ditunggu-tunggu tidak ada yang datang, padhal sudah prioritas di musrenbang,” keluhnya.

Sesekali kata Nurudin, terpanggil dari rasa kepeduliannya, dia berinisatif menggunakan dana pribadi untuk menutup kubangan jalan menggunakan tanah uruk, namun ambruk lagi.

“Yah jelas ambruk karena dengan menggunakan tanah uruk saja. Ini yang harus diatensi oleh pemerintah terkait,” tutupnya.

Kadis PU dan Tata Ruang, Made Artadana mengatakan, warga perlu memaklumi dan memahami daftar perencanaan bemuara pada keterbatasan anggaran. Menurutnya, berdasarkan daftar urutan hasil musrembang kecamatan Lembar terkait pembangunan akses jalan, paling atas atau rangking satu Dusun Jelateng Sekotong Timur, rangking dua dusun Lendang Andus Desa Labuan Tereng, rangking 3 dusun Beroro Desa Jakem, lalu urutan keempat baru masuk jalan di Mareje tersebut.

“Dari data yang ada ini jelansya, menjadi dasar utuk pendaftaran dan usulan,” paparnya.

Untuk penanganannya jelas Made, yang paling memungkinkan melalui dana alokasi khusus (DAK). Untuk pembiayaan jalan ini jika pembangunan total diperlukan dana Rp 2 miliar per satu kilometer jalan, sehingga total dana yang diperlukan untuk 3 kilometer R 6-7 miliar. Sedangkan jika hanya diperbaiki dan rabat jalan di spot-spot tertentu kebutuhan anggaran diperkirakan Rp 3-5 miliar. (W@N)