BEM SI: Indonesia Darurat Demokrasi

BEM SI: Indonesia Darurat DemokrasiReviewed by adminon.This Is Article AboutBEM SI: Indonesia Darurat DemokrasiJakarta-Ribuan mahasiswa dari Badan eksekusi mahasiswa seluruh Indonesia (BEM-SI) melakukan aksi evaluasi 3 tahun kepemimpinan jokowi di jakarta jumat (20/10). Aksi ini dibubarkan paksa oleh kepolisian pada malam sekitar pukul 23:35 dan disertai dengan penangkapan terhadap 14 mahasiswa. Sikap represif kepolisian tersebut mendapat kecaman keras dari BEM-SI. Dalam “RELEASE AKSI NASIONAL BEM SELURUH INDONESIA, 3 […]
Demo BEM SI (foto: tirto.id)

Jakarta-Ribuan mahasiswa dari Badan eksekusi mahasiswa seluruh Indonesia (BEM-SI) melakukan aksi evaluasi 3 tahun kepemimpinan jokowi di jakarta jumat (20/10). Aksi ini dibubarkan paksa oleh kepolisian pada malam sekitar pukul 23:35 dan disertai dengan penangkapan terhadap 14 mahasiswa.

Sikap represif kepolisian tersebut mendapat kecaman keras dari BEM-SI. Dalam “RELEASE AKSI NASIONAL BEM SELURUH INDONESIA, 3 TAHUN JOKOWI-JK” yang beredar luas, BEM-SI mengecam dan kecewa atas sikap polisi “Kekecewaan yang mendalam kami rasakan atas ketidakpedulian penguasa pada suara mahasiswa. Bukan pertemuan guna berdiskusi tentang permasalahan rakyat yang kami dapatkan, melainkan pengepungan, pengeroyokan, hingga provokasi yang mengkambinghitamkan mahasiswa”.

BEM-SI juga menyinggung komitmen Presiden Jokowi dalam menghadapi demonstrasi dan kerinduannya atas demonstrasi. Dalam releasi tersebut BEM-SI mengutip bahasa Presiden “”Saya kangen sebetulnya didemo, karena apa? Pemerintah itu perlu dikontrol, jadi sekarang saya ngomong dimana-mana, ‘tolong saya didemo’ Pasti saya suruh masuk.”

Releasi yang di beri #DaruratDemokrasi tersebut di beri judul Satu bungkam, seribu melawan! Hal ini dilakukan untuk melawan tindakan sewenang-wenang dan provokatif yang dilakukan oleh kepolisian. “Konsisten dengan aksi damai, kami percaya kami mampu bertahan sampai Presiden bisa ditemui. Namun yang kami dapatkan hanya sikap tidak peduli Jokowi. Tengah malam, pembubaran dari aparat kami turuti. Belum jauh dari tempat aksi, kami dilempari batu dan dipukuli. Tidak tanggung, hingga darah tertumpah. Empat belas teman kami ditangkap dan dibawa ke Polda Metro Jaya tanpa surat perintah penangkapan” tulis BEM-SI dalam releasenya.

Lebih lanjut mereka katakan “Penangkapan paksa yang dilakukan aparat jelas melanggar HAM. Tim Advokasi dari Pusat Advokasi Hukum dan Hak Asasi Manusia (PAHAM) Indonesia berusaha menemani proses hukum, namun hingga pukul 03.00 dini hari, polisi tidak mengizinkan mahasiswa yang ditangkap bertemu dengan kuasa hukum. Teman kami ditahan tanpa diberikan kesempatan mencari pembelaan.”

BEM-SI juga menjelaskan kondisi yang terjadi di lapangan bahwa yang memulai tindakan provokatif adalah pihak kepolisian. Mahasiswa sesungguhnya membubarkan diri secara damai dan tertib. Mahasiswa yang jadi korban kenapa malah di tangkap.

“Yang menjadi korban kekerasan dengan dilempari batu dan pengeroyokan adalah mahasiswa, bukan malah sebaliknya. Tidak pantas bagi teman kami dijadikan tersangka atas tindak penghasutan dan kekerasan tersebut. Tidak pantas pula bagi aparat negara bertindak represif hanya untuk melindungi penguasa dari rakyatnya” tulis mereka.

Lalu selain mengecam tindakan kepolisian, mereka juga memperingatkan jokowi untuk tidak selalu menghindar dari rakyat yang menuntut haknya. “Pun tidak pantas bagi Jokowi, Presiden Republik Indonesia, untuk terus mangkir dari rakyat yang meminta haknya.”

Bagi BEM-SI, apa yang dilakukan oleh kepolisian merupakan tindakan kedzaliman. “Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, untuk bergerak bersama dan menggaungkan hashtag #DaruratDemokrasi, sebagai bentuk perlawanan kita terhadap kedzaliman” ajak mereka mengakhiri release yang di tanda tangani oleh Wildan Wahyu Nugroho sebagai koordinator pusat Aliansi BEM Seluruh Indonesia.(ar)