Bandara Lombok Tuai Pro & Kontra, Nurdin Ranggabarani Usul Nama Alternatif

Bandara Lombok Tuai Pro & Kontra, Nurdin Ranggabarani Usul Nama Alternatif
Foto : Tampak depan bandara Internasional Lombok di Lombok Tengah

Mataram, Polemik perubahan nama bandara Internasional Lombok Airport (BIL) menjadi Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) sesuai SK Menteri Perhubungan tertanggal 5 September 2018 menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat NTB.

Bahkan masyarakat Lombok Tengah, Jum’at (07/09) pagi bertempat di lingkaran by pass BIL melakukan istigosah penolakan atas perubahan nama bandara internasional yang berlokasi di Lombok Tengah tersebut.

Tidak ketinggalan Bupati Lombok Tengah H. M. Suahili FT bersama ribuan masyarakat membubuhkan cap jempol darah di sebuah lembaran kain panjang atas penolakan keras perubahan nama bandara tersebut.

Atas pro dan kontra nama bandara tersebut anggota DPRD NTB Nurdin Ranggabarani mengusulkan nama bandara baru yakni Bandara Internasional NTB.

“Jika nama ZAM ditolak menjadi nama bandara di Loteng. Maka saya mengusulkan agar nama bandara tersebut diberi nama Bandara Internasional NTB. Karena bandara tersebut bukan hanya klaim satu pulau, Tapi milik seluruh masyarakat NTB,” usul Anggota DPRD NTB dari Dapil V Fraksi PPP tersebut, Minggu (09/10) malam melalui group whatsaap Legislatif dan Jurnalis NTB.

Menurutnya, nama bandara ZAM tersebut bukan hasil pajak satu dua orang masyarakat NTB, melainkan pajak seluruh masyarakat NTB. Jika Suhaili menolak, maka ia akan menggalang solidaritas untuk pergantian nama bandara baru selain ZAM dan BIL.

“Sekali lagi, bila nama ZAM ditolak!. Maka saya akan galang solidaritas NTB untuk nama bandara tersebut menjdi Bandara NTB. Dana APBN dan dana APBD NTB yang dipakai untuk bandara tersebut adalah milik seluruh rakyat NTB. Makannya saya akan buat petisi solidaritas NTB. Bukan klaim satu pulau saja. Seluruh Kabupaten/Kota punya hak atas dana yang telah dipakai untuk bangun bandara tersebut,” terangnya.

“Di NTB ini bukan hanya Sasambo yang bayar pajak. Banyak suku lain. kita ini NTB. Sekali lagi, Itu jika ditolak,” tambahnya meyakinkan.

Atas hal itu, Anggota DPRD lain dari Fraksi PKS Johan Rosihan pun ikut berkomentar atas pendapat Nurdin Ranggabarani tersebut, Ia berpendapat bahwa dua pulau yang ada di NTB ini ternyata masih rentan persaudaraanya.

“Ternyata ikatan ke-NTB-an kita sangat rentan ya?”, tanyanya menjawab statemen Nurdin.

“Sekedar kasi nama bandara saja kita sampai buat jempol darah 😇😇😇,” celetuknya

Atas usulan alternatif Nurdin Ranggabarani tersebut, Johan mengusulkan kepada Bupati Loteng untuk memboikot anggota Dewan dari Pulau Sumbawa tersebut dengan memasang spanduk penolakan Nurdin memasuki wilayah Bandara ZAM.

“Harusnya pak Suhaili perintahkan itu Pol PP nya, pasang spanduk depan bandara Tolak Nurdin R Memasuki Wilayah Bandara,” usulnya melalui Whatsaap group.

Kru detikntb.com yang juga berada di dalam group Whatsaap tersebut belum mendapatkan tanggapan dari pernyataan Johan Rosihan maupun Nurdin Ranggabarani hingga berita ini dinaikkan.

(IBA)