Aksi Pelantikan DPRD NTB Ricuh, IMM Minta PAMDAL Represif Dipecat

Aksi Pelantikan DPRD NTB Ricuh, IMM Minta PAMDAL Represif DipecatReviewed by adminon.This Is Article AboutAksi Pelantikan DPRD NTB Ricuh, IMM Minta PAMDAL Represif DipecatMataram (DetikNTB.com),- Aksi pengawalan pelantikan DPRD Provinsi NTB masa bhakti 2019-2024 oleh Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Mataram, Senin (02/09) depan gedung DPRD Provinsi NTB berakhir ricuh mengakibatkan salah satu anggotanya terluka. Aksi tersebut kata Ketua DPD IMM NTB, Miftahul Khair dibangun dengan tujuan mengawal serta mengingatkan kinerja DPRD NTB selama 5 […]
Foto: Salah seorang peserta aksi demo pingsan saat demo di depan gedung DPRD NTB

Mataram (DetikNTB.com),- Aksi pengawalan pelantikan DPRD Provinsi NTB masa bhakti 2019-2024 oleh Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Mataram, Senin (02/09) depan gedung DPRD Provinsi NTB berakhir ricuh mengakibatkan salah satu anggotanya terluka.

Aksi tersebut kata Ketua DPD IMM NTB, Miftahul Khair dibangun dengan tujuan mengawal serta mengingatkan kinerja DPRD NTB selama 5 tahun Kedepan.

“Bagi kami ini adalah aksi yang sangat wajar karena salah satu tugas mahasiswa adalah ujung lidahnya rakyat sebagai pengayom dan melahirkan gagasan-gagasan yang mencerahkan,” terang Khair kepada media ini.

Demo yang berlangsung hampir satu jam lebih tersebut tambahnya, direspon sangat represif oleh pihak pengamanan dalam (PAMDAL) DPRD NTB hal ini sangat tidak mencerminkan prinsip demokrasi yang baik, dan tidak menjunjung tinggi kebebasan beraspirasi.

“Hal ini kami atas nama DPD IMM NTB mengutuk keras kejadian represif tersebut,” pintanya.

Sejumlah tuntutan tersebut antara lain meminta Ketua DPRD Provinsi NTB bertanggung jawab penuh atas kejadian  represif ini, meminta untuk memecat PAMDAL Represif di lingkungan DPRD Provinsi NTB.

Selanjutnya, mereka juga meminta Ketua DPRD untuk bertanggung jawab penuh atas biaya pengobatan salah satu anggota kami yang dianiaya di Depan kantor DPRD Provinsi NTB.

Selain itu, IMM juga akan melaporkan kejadian tersebut ke Polda NTB. “Hal ini kami akan laporkan ke Polda NTB sebagai bentuk perlindungan atas sikap represif oleh PAMDAL,” ancamnya. (Iba)