Pilkada serentak di Tengah covid-19 dan kesadaran kemanusiaan

Pilkada serentak di Tengah covid-19 dan kesadaran kemanusiaanReviewed by adminon.This Is Article AboutPilkada serentak di Tengah covid-19 dan kesadaran kemanusiaanOleh : Adi Ardiansyah* Pelaksanaan Pilkada serentak 9 Desember 2020 di NTB mendatang kian memasuki fase injuri time. Satu sisi secara pribadi kami harus bersedih dengan kondisi hari ini, pelaksanaan Pilkada ditengah Pandemi yang rawan berkumpulnya orang banyak. Jauh hari sebelum ini dilanjutkan, ada banyak masukan, saran, dan kritik terhadap penyelanggara untuk menunda pelaksanaan Pilkada […]
Foto Penulis (Dok. Istimewa)

Oleh : Adi Ardiansyah*

Pelaksanaan Pilkada serentak 9 Desember 2020 di NTB mendatang kian memasuki fase injuri time. Satu sisi secara pribadi kami harus bersedih dengan kondisi hari ini, pelaksanaan Pilkada ditengah Pandemi yang rawan berkumpulnya orang banyak.

Jauh hari sebelum ini dilanjutkan, ada banyak masukan, saran, dan kritik terhadap penyelanggara untuk menunda pelaksanaan Pilkada serentak, tetapi suka tidak suka, kita harus menerima semua ini dengan tangan terbuka, termasuk kesiapan kita menerima kenyataan pahit dari konsekuensinya.

Pra hari H pemilihan Pilkada serentak tentu meninggalkan banyak pesan dan kesan, apalagi sederet simbol maupun makna yang sering ditampilkan oleh Timses, simpatisan, hingga kompetitor yang sedang berlaga.

Dalam kontestasi politik, setegang apapun kondisi realitas kita, hal pertama yang harus dijaga adalah kedewasaan menerima perbedaan pandangan serta pilihan itu lumrah adanya (no baper).

Selanjutnya kita pun wajib untuk tetap menjaga eksitensi silahturahmi antara sesama manusia, menghindari biasnya polarisasi akar rumpun sosial-kemasyarakatan hanya karena gebyar politik musiman, dan terakhir mari kita jadikan momentum Pilkada sebagai ajang untuk melakukan refleksi terhadap capaian kepemimpinan disetiap level atau kabupaten/kota.

Pilkada serentak di tengah pandemi merupakan ujian kedewasaan politik kemanusiaan para kompetitor, di mana signifikasi kenaikan kasus positif covid-19 akibat kerumunan dan tidak patuhnya kita mematuhi protokol covid-19 akan menjadi martir bagi keberlangsungan massa depan kemanusiaan.

Ada beragam kegiatan produktif sejak penyelenggara menabuh genderang kompetisi Pilkada serentak di NTB ini, di mana semua instansi strategis seperti Kepolisian Daerah (Polda) NTB bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan para calon kepala daerah punya komitmen yang sama lewat MoU kampanye sehat, hingga pemilihan dengan menerapkan protokol covid-19.

Hal ini merupakan upaya untuk meminimalisir dampak kenaikan kasus positif covid-19 di tengah euforia Pilkada serentak yang melibatkan banyak masa, bahwa penting rasanya animo keberpihakan harus digandeng dengan kesadaran untuk saling menjaga diri masing-masing agar tidak merugikan orang lain.

Dengan doa yang sama, semoga Pilkada serentak 9 Desember 2020 kita terhindar dari infeksi covid-19 dan selalu diberikan kesehatan oleh Illahi. Amin!!!

*Penulis adalah Ketua Bidang Organisasi IMM Cabang Mataram

Editor: Eko Saputra