Pasca Gempa, Lombok Tetap Kuat

Pasca Gempa, Lombok Tetap Kuat
Foto : M Zakiy Mubarok

Oleh : M Zakiy Mubarok*

Semua kita -pemerintah dan seluruh masyarakat- jika ditanya satu persatu, pasti tidak menginginkan terjadinya gempa bumi dahsyat seperti yang dialami Pulau Lombok baru baru ini. Gempa bumi yang berkekuatan 7,0 SR dan 6,2 SR itu telah meratakan Kabupaten Lombok Utara. Kondisi serupa juga dialami di sebagian Lombok Barat, Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Kota Mataram.

Gempa bumi kali ini berdampak nyaris menyeluruh se-Pulau Lombok. Korban meninggal ratusan jumlahnya. Mereka yang sakit dan cedera tak terkira penderitaannya. Ada juga yang masih belum diketahui nasibnya. Sejumlah bangunan (perkantoran, hotel, rumah sakit, rumah warga hingga masjid) mulai dari rusak ringan, sedang dan berat, begitu banyaknya. Anak-anak yang trauma butuh pemulihan segera. Jika ada diantara kita yang senang dan bergembira dengan keadaan ini, maka perlu diperiksa kesehatan jiwa dan mentalnya.

Simpati dan empati menjadi salah satu kekuatan penting dalam menghadapi dan menangani dampak gempa Lombok kali ini. Alhamdulillah, kita bisa rasakan dan saksikan dalam beberapa jam setelah dua gempa besar itu terjadi sampai hari ini, simpati dan empati itu datang dari penjuru negeri. Bantuan dan pertolongan untuk mengurangi beban korban gempa mengalir tanpa henti. Mulai dari perwakilan perorangan atau pribadi, pemerintah daerah, swasta dan organisasi kemasyarakatan hingga Pemerintah RI. Atas semua fakta itu, kita makin yakin bahwa “Lombok tidak sendiri”.

Pasca gempa dahsyat, menjadi  tugas dan tanggungjawab banyak pihak untuk melakukan recovery (menata kembali). Menata ulang suasana berkehidupan di segala aspek dan dimensinya. Penataan secara total dan menyeluruh dalam kerangka mengembalikan harkat kemanusiaan. Tak semudah membalikan telapak tangan, memang. Semua harus melalui pentahapan yang terukur dan sistematis dengan mempertimbangkan segala hal-hal baik terkait -keberadaan- korban. Kita semua pasti ingin dan berharap, jika langkah penanganan itu bisa dilakukan dalam satu atau dua hari, kenapa harus berlama-lama.

Itulah ujian berikutnya bagi semua pihak dalam mensikapi penanganan korban terdampak gempa. Sekali lagi, semua kita tidak pernah menginginkan peristiwa gempa bumi (atau bencana lainnya) menimpa siapapun dan dimanapun. Kalimat ini pasti terasa ringan diucapkan bagi kita atau mereka yang tidak  terdampak gempa. Namun pasti berat bagi kita atau mereka yang menjadi korban akibat terdampak gempa. Tapi yang pasti, semua ingin agar proses penanganan dapat segera dirasakan. Apapun bentuk dan mekanismenya.

Salah satu indikasi proses penanganan itu sudah dan sedang berjalan dapat dilihat dari update data korban yang terus bertambah. Di hari-hari pertama pasca gempa, angka korban meninggal tercatat sekitar puluhan, lalu bertambah hingga ratusan. Begitupun dengan data bangunan atau gedung yang rusak ringan, sedang dan berat. Ini artinya bolehlah kita menilai bahwa langkah awal upaya penanganan korban telah serius dilakukan.

Presiden RI, Jokowi datang lagi. Gubernur NTB, TGB M Zainul Majdi mengunjungi setiap hari. Mengutip kata-kata Sekretaris Daerah NTB, Rosiady Sayuti, kepada penulis beberapa waktu lalu, “sebagai pemimpin, kedua beliau berusaha menghirup langsung nafas dan denyut nadi para pengungsi”. Di tenda pengungsian, Presiden memimpin rapat terbatas penanganan. Instruksi dan solusi dikeluarkan kepada seluruh aparat negara.

Ribuan rumah akan dibangun kembali. Tim medis bekerja siang dan malam hari. Perhatian masyarakat tak pernah berhenti.

Kalaupun masih ada suara suara terkait penanganan korban gempa yang dinilai masih kurang disana sini, harus dipahami itu semua bagian dari simpati dan empati. Marilah peristiwa ini kita gunakan untuk makin membicarakan hal-hal baik tentang Lombok. Tentang daerah kita. Sebab satu hal yang pasti, kita semua ingin pasca gempa ini, Lombok yang kuat makin bangkit dan kuat kembali. Semoga gempa susulan dengan berbagai intensitasnya tak ada lagi. Aamiin. Wallahu’alambishawab

*M Zakiy Mubarok adalah Ketua Perhumas NTB