Negara Memproduksi Kegilaan (Bag : 2)

Negara Memproduksi Kegilaan (Bag : 2)
Foto : Syahroel Ramadhoan

=00=

Kadang negara kita ini aneh, orang gila dibiarkan berkeliaran dimana-mana. Bukanya mereka di tempatkan pada tempat seperti rumah sakit jiwa, sebagai kewajiban dan tanggung jawab negara untuk memelihara dan melindungi, layaknya seperti fakir miskin dan anak-anak terlantar. Kasihan ulama dan Pendeta yg senantiasa selalu menyampaikan pesan kebaikan dan kebajikan kepada seluruh umatnya malah dihajar dan dihabisi, bahkan ada yang sampai meninggal jika merujuk pada catatan Republika diatas. Masalah diatas membuat nurani kita sebagai manusia cukup memprihatinkan dan sangat menggelitik dan membuat kita bertanya, apakah ini buah dari revolusi mental yang terus di angung-anggungkan oleh pemerintahan Jokowi – JK selama kurung waktu kepemimpinannya..? Atau mana komitmen “Nawacita” yang katanya selalu memastikan kehadiran Negara atas semua persoalan yg kerap di hadapi oleh anak bangsaNya.

Mungkin kita patut diduga, memang Negara lah aktor yg mengatur dibalik semua rangkaian dan skenario atas aksi keji yang dilakukan oleh orang yang katanya di identifikasi sebagai orang gila tersebut. Kedepanya tidak menutup kemungkinan akan terjadi lagi hal serupa kepada pemuka agama, seperti biksu dan pemuka agama lain-lain. Apakah negara ini memang sengaja membuat teror kepada rakyatnya agar menutupi hasrat kegilaan elit dan kegagalan pemerintah dalam mengelola kekuasaan dan ketidak mampuan untuk menunaikan janji kesejahteraan segenap rakyatnya. Buat apa rakyat bayar pajak kalau tidak membawa kebaikan dan kemaslahatan serta keamanan bagi seluruh rakyat Indonesia. Kasih rakyat, berhentilah membuat dan memproduksi banyak kegilaan. Karna itu tidak akan membawa kebaikan dan kemaslahatan bagi rakyat, dan yang ada akan menciptakan kehancuran dan malapetaka yang luar biasa mengerikan yg didapatkan oleh rakyat.

Sebelum mengakhiri tulisan ini penulis ingin menegaskan, cukup sampai disini masalah seperti diatas dan jangan sampai ada lagi, karna masih banyak persoalan dan agenda yang sangat mendesak untuk diselesaikan oleh pemerintahan sekarang. Fokus lah bekerja dan menentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan segenap rakyat, dan manfaatkan sisa kepemimpinan ini sebaik-baiknya untuk kebaikan dan kemajuan bangsa. Kalau bukan sekarang kapan lagi ada kesempatan untuk bisa mengukir dengan tinta prestasi dan legacy diatas kanvas yang bernama Indonesia ini. Semoga tulisan ini bermanfaat dan bisa mempertajam dilektika serta memperkaya khazanah pengetahuan kita atas persoalan bangsa. Selamat membaca.

*Syahroel Ramadhoan Fungsionaris DPP KNPI

(IBA)