Masa Depan Kota Bima Ada di Wilayah Dataran Tinggi

Masa Depan Kota Bima Ada di Wilayah Dataran Tinggi
Foto: Pegiat Dataran Tinggi, #papanputih

Oleh: #papanputih*

Setelah kurang lebih 16 berdiri sendiri sebagai Kota, Kota Bima telah mengalami banyak perubahan dan kemajuan pesat pada berbagai bidang kehidupan mulai dari pembangunan yang terus dipacu sedemikian rupa hingga merubah wajah Kota yang sebelumnya hanyalah sebuah kecamatan lalu berubah dan sekarang berwajah selayaknya Kota.

Kemajuan Kota berimplikasi pada lonjakan penduduk hingga 3-5%, implikasinya adalah peralihan lahan menjadi wilayah pemukiman baru membuat Kota semakin padat.

Kedepan wilayah dataran Kota yang hanya kurang lebih 20% dari total wilayah Kota Bima, tentu saja menyisakan problem serius jika tidak disiasati sejak dini.

Orientasi dan kosentrasi pembangunan Kota masih belum secara maksimal untuk memanfaatkan wilayah dataran tinggi sebagai solusi. Disisi lain 70% wilayah Kota merupakan dataran tinggi yang kaya akan potensi terlebih potensi ekonomi yang sangat menjanjikan terlebih dalam upaya mendorong terbukanya lapangan kerja serta peningkatan kesejahteraan.

Wilayah dataran tinggi yang kini semakin gersang bahkan jauh dari pemanfaatan tidak hanya membuat potensi besar belum tersentuh tetapi juga menyebabkan kerusakan alam di wilayah dataran tinggi semakin parah.

Rusaknya ekosistem diwilayah dataran tinggi tentu mengancam Kota Bima. Dua ancaman yang sangat serius dan menakutkan adalah berkurangnya sumber atau titik mata air dan bencana banjir yang kerap menjadi ancaman serius.

Optimalisasi dan pemanfaatan wilayah dataran tinggi secara maksimal akan mampu menjawab problem menahun di Kota Bima seperti persoalan lapangan kerja, kerusakan alam hingga kesejahteraan.

Salah satu solusi ideal optimalisasi dan pemanfaatan dataran tinggi ada pada sektor peternakan, perkebunan dan pertanian yang terintegrasi secara baik.

Pelaksanaan program terintegrasi di wilayah dataran tinggi, tidak hanya menjawab soal penyerapan lapangan kerja atau kesejahteraan tetapi juga akan mampu mengembalikan harmonisasi alam yang rindang.

Misal saja, bagaimana mengembalikan fungsi dataran tinggi sebagai tempat yang nyaman bagi jutaan hewan ternak hidup dan berkembang, kemudian tanaman perkebunan yang berorintasi pada argo forestri serta pertanian holti

Program tersebut tidak hanya menjadikan wilayah dataran tinggi sebagai ladang uang tetapi juga akan menyerap angkatan kerja secara massal dan alam pun kembali lestari, bahkan program tersebut akan menjadikan wilayah dataran tinggi Kota Bima sebagai destinasi wisata yang menjadi icon baru Kota Bima.

*Penulis adalah Pegiat Wilayah Tinggi

Redaktur: Ibrahim Bram Abdollah