Lingkungan Hidup, Regulasi dan Mandat Untuk Gubernur Terpilih 2018 (Bag: 2)

Lingkungan Hidup, Regulasi dan Mandat Untuk Gubernur Terpilih 2018 (Bag: 2)
Foto : Penulis Aden Juniardi Rahmat Ketua Bidang Humas Komunitas Hijau Jao Bima

Oleh : Aden Juniardi Rahmat* (Sambung Bagian 1)

Hal lainnya adalah perubahan tata guna lahan yang pesat akibat pertumbuhan penduduk sehingga banyak lahan pertanian yang sudah beralih fungsi menjadi pemukiman juga berkontribusi dalam memicu alih fungsi lahan-lahan pertanian produktif. Padahal, lahan pertanian produktif juga berkontribusi secara ekologis sebagai resapan air dan parkir air.

Ketiga, soal anggaran lingkungan yang kecil. Kajian APBD di beberapa daerah menunjukan fakta bahwa rata-rata anggaran lingkungan hidup memiliki porsi yang sangat sedikit dari total belanja dalam APBD. Anggaran ini masih kecil dibandingkan dengan anggaran sektor perhubungan, pekerjaan umum. Padahal, alokasi belanja penanganan sampah saja misalkan membutuhkan Minimal alokasi 2% dari total belanja. Begitu juga dengan Penataan, penyediaan dan pengembangan air baku untuk PDAM dan Pengembangan Jaringan Irigasi dan drainase, anggaran yang kecil juga terlihat dari program penegakan hukum lingkungan hidup.

Keempat, penegakan hukum yang lemah. Seiring dengan banyaknya sengketa/kasus lingkungan hidup di daerah menunjukkan bahwa perusahaan atau pelaku usaha masih banyak yang nakal, tidak taat pada aturan hukum lingkungan dan tata ruang. Di sisi lain, pemerintah daerah juga sangat lemah dalam menegakkan hukum lingkungan. Pembalakan liar di hutan tutupan Negara, Pengalih-fungsian Lahan dengan Kemiringan 50-60 derajat untuk dijadikan ladang yang begitu masif dilakukan oleh masyarakat juga perlu diatensi oleh pemerintah. Banyak kasus-kasus yang ditangani juga tanpa tindakan yang jelas.

Mandat Untuk Kandidat Kepala Daerah Terpilih

Mempertimbangkan semakin buruknya kualitas lingkungan hidup saat ini, bertambahnya kuantitas bencana lingkungan hidup maka tidak bisa ditawar lagi, rakyat membutuhkan kepala daerah yang benar-benar memiliki Konsep Lingkungan dan memahami masalah lingkungan secara Komprehensif, memilki solusi, komitmen, visi dan agenda yang terang dan jelas untuk isu lingkungan hidup.

Mereka harus sadar bahwa mereka memiliki mandat lingkungan sebagai mandat rakyat yang harus dijalankan.
Oleh karena itu, semua kandidat kepala daerah harus membawa mandat lingkungan dalam visi dan misi serta program baik pada saat kampanye maupun setelah pemilihan dilakukan. Sebelum kampanye, kandidat harus mengusung visi dan program lingkungan. Setelah kampanye, kandidat harus merencanakan kebijakan dan program pembangunan lingkungan hidup dalam RPJMD dan RKPD selama lima tahun secara partisipatif dan menjalankannya secara kolaboratif dengan rakyat.

Pesan Untuk Pemilih

Masa depan wajah dan situasi lingkungan di NTB lima tahun ke depan akan ditentukan oleh kepemimpinan yang akan dipilih pada pilkada Serentak 27 Juni 2018 nanti. Sebagai pemilih yang rasional, masyarakat pemilih tentu harus mengetahui terlebih dahulu riwayat hidup dan rekam jejak kandidat. Jangan Sampai Pemilih terbuai dan terjebak oleh tampilan luar karena janji-janji manis kandidat.

Sebagai pemilih yang cerdas maka Masyarakat harus mendukung dan memilih kandidat kepala daerah yang bersih dari praktik korupsi, kolusi, memahami masalah lingkungan, memiliki visi dan program solutif lingkungan yang jelas dan terukur untuk lima tahun ke depan.

Pemilih yang rasional pasti akan mendukung dan memilih kandidat yang memiliki program pembangunan solutif yang memastikan mata-mata air dilindungi, sawah dan sungai terbebas dari pencemaran sampah dan limbah industri, hukum lingkungan ditegakan, petani dan nelayan dilindungi, pelaku usaha yang nakal dan melanggar aturan ditindak tegas dan program solutif lingkungan lainnya.

Tentu kita semua berharap, pilkada tahun 2018 nanti harus berhasil memilih kepala daerah yang berkualitas, bukan kepala daerah yang mengabdi kepada partai dan pengusaha. Kepala daerah yang mau dan mampu menjalankan mandat lingkungan hidup, mengabdi kepada rakyat yang memilihnya, semoga.

*Penulis adalah Aden Juniardi Rahmat Ketua Bidang Humas Komunitas Hijau Jao Bima

(IBA)