Kata-kata dan tulisan adalah citra kehormatan

Kata-kata dan tulisan adalah citra kehormatanReviewed by adminon.This Is Article AboutKata-kata dan tulisan adalah citra kehormatanOleh: Arif Sofyandi* Segala sesuatu yang terucap oleh lisan adalah sesuatu yang mewakili pikiran. Bahkan setiap kalimat yang keluar dari lisan seseorang merupakan citra dari pengetahuannya. Karena dalam persoalan berkata-kata dan menyampaikan bahasa, baik lewat lisan maupun tulisan. Harus dipertimbangkan dengan baik, secara hati-hati dan di filtrasi dengan jernih (Filtration of Mind), gunakan akal dan […]
Penulis (Dok. Istimewa)

Oleh: Arif Sofyandi*

Segala sesuatu yang terucap oleh lisan adalah sesuatu yang mewakili pikiran. Bahkan setiap kalimat yang keluar dari lisan seseorang merupakan citra dari pengetahuannya. Karena dalam persoalan berkata-kata dan menyampaikan bahasa, baik lewat lisan maupun tulisan.

Harus dipertimbangkan dengan baik, secara hati-hati dan di filtrasi dengan jernih (Filtration of Mind), gunakan akal dan hati. Jangan sampai ada yang tersakiti sehingga menyebabkan sakit hati.

Bahkan Rasulullah SAW jauh sebelum tulisan ini di rilis bahwa ‘’Jagalah lisanmu’’, kenapa lisan di jaga, karena kehormatan dan atau segala sesuatu yang ada di dalam diri akan dinilai dari kata-kata.

Jika perkataanmu baik maka secara otomatis orang akan menilai baik tetapi jika kata-katamu buruk pasti akan menilaimu buruk (Mind of Value in social condition). Bahkan penegasannya Jika baik silahkan berkata-kata, tetapi jika tidak mampu berkata-kata yang baik lebih baik diam. Karena diam lebih mulia daripada mengeluarkan kata-kata yang buruk. Berhati-hatilah.

Bahkan dijelaskan dalam hadist lain bahwa ‘’Keselamatan manusia bergantung pada kemampuan menjaga lisannya (H.R. Al-Bukhari). Jika pendekatan kita pada hadist ini berarti ibarat pisau. Mengapa pisau, karena, ketika manusia salah mengucapkan sesuatu berarti ia akan melukai satu atau banyak orang dengan kata-katanya.

Di Era modern sekarang ini (New Era) terkadang lisan tidak terjaga. Sering dieksperikan di dunia maya (sosial media) juga di dunia nyata. Banyak mereka yang mengeksplorasi dengan bahasa-bahasa yang mendidik. Mengeksplorasi dengan lisan bahkan tulisan. Dan mereka tidak sadar bahwa setiap tulisan mereka akan dihisab.

Nah, itu yang sering membuat manusia lupa (Human Error) dan kadang tidak mengontrol kata-kata. Ingatlah bahwa kata-kata dan tulisan juga akan di hisab. Gunakanlah pikiran, jari jemari dan lisan untuk berbicara dan menulis yang baik-baik. Kalau bisa, gunakan untuk kepentingan agama jika ingin bahagia (The Best Happyness).

Banyak juga kejadian-kejadian yang di luar dari dugaan bahwa dengan kata-kata dan tulisan dapat membuat seseorang atau banyak orang sakit hati sehingga dapat menyebabkan saling menghujat, caci maki bahkan saling membunuh antara yang satu dengan yang lainnya.

Buktinya, belum kering dalam ingatan kita bahwa beberapa waktu yang lalu ada sesorang yang menuliskan kata-kata tidak bagus dan atau tidak sesonoh di akun sosial medianya. Beberapa waktu kemudian dikabarkan meninggal. Naudzubillah, itulah mengapa kita hendak berhati-hati dalam berkata-kata dan berbahasa dengan lisan maupun tulisan.

Ali Bin Abi Thalib berkata ‘’Memaafkan adalah jalan kemuliaan’’. Apapun bentuk kesalahan dan kejahatannya maka, berilah maaf, karena dengan itu kita akan dimuliakan.

Tak hanya itu yang diraih tetapi dengan memaafkan adalah bukti dari cinta kita kepada sesama (The Real of Love).
Sekali lagi, hati-hati dan pertimbangkan dengan baik dengan akal dan hati karena semua itu akan dipertanggung jawabkan kelak (Self Responsibility). Termasuk penulis masih banyak belajar akan hal itu.

Belajar berkata-kata yang baik dan menuliskan bahasa yang baik media sosial mapun di lingkungan sosial. Allah mengigatkan kita bahwa tidak ada sesuatupun yang di ucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir (Qs. Qaaf ayat 18).

*Penulis adalah pegiat literasi

Editor: Ibrahim Bram A