Jelang Tiga Tahun Dinda-Dahlan : Antara Harapan dan Kenyataan (Bag : 1)

Jelang Tiga Tahun Dinda-Dahlan : Antara Harapan dan Kenyataan (Bag : 1)
Foto : Syahroel Ramadhoan

Oleh : Syahroel Ramadhoan*

Jakarta,- 17 Februari 2018 mendatang akan memasuki tiga tahun perjalanan kepemimpinan Hj. Indah Dhayanti Putri dan Drs. H. Dahlan M Noer (Bupati dan Wakil Bupati Bima) memimpin sekitar 478,96 ribu rakyat Bima. Selama kurun waktu tersebut berbagai kebijakan khususnya kebijakan dalam konsep membangun “Bima Ramah” harus diakui telah memberikan banyak perubahan dan peningkatan atas kesejahteraan umum, walaupun ada juga yang masih bolong disana sini atau sektor tertentu, tetapi itu bisa ditambal dan ditunaikan secepatnya, jika ada niatan yang sungguh untuk memberbaikinnya, dan saya kira pemerintahan Dinda-Dahlan sangat komitmen atas hal yang disebutkan diatas.

Kita harus jujur membangun daerah tidak seperti membalikan koin mata uang langsung kita lihat angkanya dan bisa dinikmati, tetapi setidaknya harus melalui proses yang panjang, dan mungkin sangat melelahkan. Apapun alasan yang ingin coba dibangun oleh pemerintah, harus melaju kencang mengikat pinggangnya, agar bisa konsentrasi dan lari sekuat tenaga untuk mengejar yang ketertinggalan dan menjemput harapan serta perubahan yang sudah ada di depan mata.

Pada satu tahun awal kepemimpinan Dinda-Dahlan, publik masih segar dalam ingatanya ketika meluncurkan buku tentang refleksi satu tahun kepemimpinannya. Buku tersebut memuat rangkuman dari berbagai bidang dan sektor, Mulai pendidikan, kesehatan, pertanian, penanggulangan kemiskinan, pemberdayaan masyarakat, pendayagunaan aparatur dan reformasi birokrasi, serta sektor-sektor lainnya. Poin penting dari isi buku diatas menggambarkan capaian-capaian program dan berbagai kegiatan yang dijalani Dinda-Dahlan sejak dilantik 17 Februari 2016 hingga memasuki akhir tahun 2016.

Menjelang akhir 2017 Dinda-Dahlan meluncurkan buku lagi. Saya kira ini adalah tradisi yang bagus diera keterbukaan ini, sebab transparansi dan akuntaniltas adalah jantung dari reformasi birokrasi yang sudah dicanangkan oleh pemerintah pusat. Pemerintah daerah sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat dalam konsep otonomi daerah mau atau tidak harus dijalankan. Buku dua tahun kepemimpinan Dinda-Dahlan yang diluncurkan tersebut memuat rekaman jejak perjalanan kepemimpinan Dinda- Dahlan sepanjang 2017.

Buku yang isinya sekitar enam halaman memotret berbagai bidang dan sektor serta berbagai kunjungan yang digelar sepanjang tahun 2017 dan penghargaan serta prestasi yang diraih di antaranya predikat WTP, Pengelola Keuangan Terbaik, Wahana Tata Nugraha, penghargaan PAUD tingkat nasional, program inovasi serta penghargaan di bidang kesehatan. Menjelang tiga tahun pemerintahan Dinda-Dahlan diundang oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sebagai pembicara dalam Forum Rembug Nasional yang dibuka oleh Presiden RI, Joko Widodo pada Selasa 5 Pebruari 2018 di Pusdiklat, Kementerian Pendidikan RI Jakarta. (IBA)