Ironi Orong Telu, Sebuah Kecamatan Dalam Penjara

Ironi Orong Telu, Sebuah Kecamatan Dalam Penjara
Foto jembatan rusak: Kondisi jembatan Tempoak Renok satu-satunya jalan menghubungkan Kecamatan Orong Telu menuju Kota Sumbawa

Oleh : Sendi Akramullah*

Kecamatan Orong Telu Adalah Salah satu kecamatan yang sampai hari ini tak juga mendapatkan kemerdekaan. kami merasa ditindas dg tidak adanya pemerataan pembangunan. Persolan akses jalan yg sudah sekian lama menjadi polemik tak dapat diselesaiakan oleh pemerintah daerah.

Ini sudah membuktikan bahwa pemerintah tidak serius dalam menyikapi persoalan yg ada. 13 tahun lebih Orong Telu berdiri sebagai kecamatan namun sy sebagai putra daerah belum melihat orong telu mencapai marwahnya sebagai kecamatan. kami butuh keadilan bukan retorika pembangunan.

Kecamatan Orong Telu memiliki luas 465,97 km² ini, berdasarkan data penduduk pada tahun 2016 dihuni oleh 4.773 jiwa, yang terdiri dari 2.499 penduduk laki-laki dan 2.274 penduduk perempuan.

Penulis: Sendi Akramullah

Sedangkan berdasarkan hasil proyeksi penduduk untuk tahun 2017 jumlah penduduk kecamatan Orong Telu sebesar 4.795 jiwa yang terdiri dari 2.510 jiwa penduduk laki-laki dan 2.285 jiwa penduduk perempuan. Secara total terjadi kenaikkan jumlah penduduk sebesar 0,46 % (BPS Sumbawa).

Sebagian besar masyarakat di Kecamatan Orong Telu bekerja sebagai petani. Mereka memanfaatkan lahan pertanian yang tersedia untuk ditanami
berbagai macam jenis komoditi tanaman pangan, antara lain padi, kacang tanah, kacang hijau, jagung, ubi kayu, ubi jalar, kacang panjang, terung, dan masih banyak lagi tergantung pada kondisi musim saat itu untuk menunjang kebutuhan hidup mereka.

Berbicara persoalan di Kecamatan Orong Telu tentu tidak akan ada henti-hentinya. salah-satunya masalah Infrastruktur jalan yang semakin hari semakin membahayakan jiwa masyarakat Orong Telu. Sebut Saja Jembatan Tempoak Renok, hari ini tanggal 19 Desember 2018 telah kita saksikan kondisi faktanya yang putus diterjang banjir namun masyarakat mempertaruhkan nyawa untuk melintasi jembatan tersebut dengan menambahkan batu-batu besar sebagai penyambung, dikarenakan jembatan ini adalah penghubung satu-satunya Masyarakat Orong Telu maupun Batulanteh dengan ibukota kabupaten Sumbawa.

sehingga keberadaan jembatan tersebut sy nilai sangat penting bagi keberlansungan hidup masyarakat Orong Telu maupun Batulanteh sebab untuk memobilisasi semua aktivitas masyarakat harus melalui jembatan atau ruas jalan tersebut. Hal ini tentunya memberikan implikasi yang sangat besar bagi keberlansungan hidup masyarakat Orong Telu dari segala sektor baik itu sektor perekonomian, pendidikan maupun Kesehatan.

Sehingga sy sebagai mahasiswa yg lahir dari bumi Orong Telu, mewakili semua rekan-rekan mahasiswa dan segenap masyarakat Orong Telu mendesak Pemerintah Daerah agar persoalan Jembatan penghubung Kecamatan Orong Telu dengan pusat pemerintahan kabupaten segera diselesaiakan. Kami akan mengkawal persoalan ini, dan jika memang permintaan kami tidak segera ditindak lanjuti maka kami akan melakukan aksi besar-besaran terkait persoalan ini.

*Penulis adalah Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Sumbawa Selatan (HMSS) Mataram