2 Tahun Kepemimpinan; Bima Ramah Masih Mimpi

2 Tahun Kepemimpinan; Bima Ramah Masih Mimpi
Foto : Muhammad Isnaini AR

Visi BIMA RAMAH merupakan Visi yang di usung oleh paslon IDP-Dahlan pada konteslasi pilkada 2015 lalu. Karena Visi BIMA RAMAH pula IDP-Dahlan mendapat kepercayaan publik secara mayoritas dan di nyatakan sebagai pemenang pilkada Kabupaten Bima.

Dalam kepemimpinan IDP-Dahlan yang sudah memasuki masa 2 Tahun misalnya, nampaknya belum ada 1 program kerja yang sangat monumental yang di sodorkan oleh IDP-Dahlan ke publik. Publik masih mereka-reka apa yang akan terjadi. Respon publik pun beragam dalam menyikapi hal demikian, baik di ruang-ruang diskusi ilmiah secara nyata maupun di dunia maya (medsos), dan menjadi Anomali.

Tentu dalam mewujudkan Visi tersebut, baik IDP-Dahlan maupun Masyarakat dengan sangat sadar bahwa dukungan Anggaran sangat di butuhkan. Tanpa anggaran memadai, semua akan menjadi coretan-coretan tanpa makna. Namun ketiadaan anggaran-pun bukan pula menjadi alasan untuk IDP-Dahlan jadikan alibi Visi-nya tidak terwujud. Anggaran tidak datang dengan sendirinya, harus di ciptakan dan di cari. Bagaimana caranya.? Itu adalah tugas IDP-Dahlan memikirkannya dengan perangkat penunjang yang ada.!

Lalu kita MIKIR..sumber kehidupan rakyat bima berbasis pada sektor pertanian, kelautan termasuk sektor kehutanan meski tak banyak memberikan nilai tambah. Pertanyaan.? Kenapa mereka tak pernah sejahterah.? Apa yang keliru dari perjalanan pemerintahan.? Belum lagi kita bicara tentang, bagaimana Daerah Bima dihadapkan dengan masalah sosial yg sungguh menyita energi. Lalu kemudian kantor Administrasi (Kantor Bupati) harus di bangun, tentu dengan nilai anggaran yang sangat fantastic berkisar di angka Ratusan Miliar. Tapi ini sangat bisa di jawab dengan mengakhiri ketimpangan dan membangun komunikasi yang cair antara pemerintah dengan Rakyat. Dou Mbojo sejatinya beradab tanpa kecuali.

Lalu apa yang perlu di lakukan.?

Hemat saya, Kepala Daerah (Bupati) perlu melakukan : Evaluasi menyeluruh terhadap Pemerintahan di semua jenjang. Kepala Daerah ada baiknya fokus di urusan “strategis” membangun interaksi dan networking dengan pemerintah pusat untuk memudahkan penyelesaian masalah pembangunan Daerah. Dan dalam urusan penataan pemerintahan otoritas perlu di delegasikan kepada Wakil Bupati. Asisten, Setda dan Kepala Dinas harus di dayagunakan sehingga Pemerintah hidup dan saling menopang kerja satu sama lain untuk kesenambungan pembangunan.

Kepala Daerah harus tuntas menggali, mengidenfikasi, merumuskan agenda kerakyatan yang “mendesak”. Dengan begitu, memudahkan Pemerintahan Daerah menarik minat Kementerian/Lembaga untuk berbagi “energi” guna percepatan pembangunan daerah. Dunia Usaha harus di genjot dan terus di bangun, investasi harus di galang tanpa berfikir “tambang” tentu dengan memperhatikan norma dan nilai yang berlaku.  lahan kosong dan Hutan di Bima sangat luas untuk dimanfaatkan pengelolaannya.

Kepala daerah juga perlu mengetahui bahwa tidak mudah dan juga tidak sulit dalam membangun interaksi dan membuka networking dengan pemerintah pusat. Oleh sebab itu, maka penting bagi kepala daerah selain menggerakan seluruh SDM yang ada dalam pemerintahan perlu juga menggerakan seluruh potensi SDM yang berada di luar struktur tersebut. Menggerakan orang-orang yang mampu berpikir strategis dengan keputusan strategis untuk tindakan strategis. Generasi Bima, baik tokoh tua maupun tokoh muda bertebaran di seantaro nusantara bahkan dunia, dengan potensi yang di milikinya masing-masing perlu di sentuh oleh kepala daerah dalam rangka bersama membangun daerah sesuai Visi BIMA RAMAH.

Jika perlu bentuk tim independen di luar pemerintahan untuk bekerja khusus dengan misi khusus. Bukan Provinsi NTB juga seperti itu.? Daerah lain juga yang di hebat-hebat juga polanya sama.? Bukankah negara Indonesia juga seperti itu.? Bahkan di Amerika sana, ada lembaga khusus lobby untuk memuluskan kepentingan dalam negeri maupun luar negeri Amerika.! Hal itu bisa di lakukan di kabupaten bima, asal kepala daerah mau dan mau.

Dan tidak kalah penting dari semua hal itu, Kepala daerah mengatakan tidak dengan sangat tegas terhadap SKPD yang di indikasikan Virus sebab itu benalu yang membahayakan. Dengarkan aspirasi rakyat yang sedang berkembang untuk mengidentifikasi SKPD Virus yang akan siap menggerogoti dari dalam. Hindari Politik balas jasa, politik bagi-bagi kue. Rangkul para lawan (bersebrangan pada pilkada) yang memiliki potensi, kualitas dan kapasitas dalam mewujudkan Visi BIMA RAMAH.