Tingkat Perkawinan Usia Muda di NTB Tertinggi di Indonesia

Tingkat Perkawinan Usia Muda di NTB Tertinggi di IndonesiaReviewed by adminon.This Is Article AboutTingkat Perkawinan Usia Muda di NTB Tertinggi di IndonesiaMataram,- Nusa Tenggara Barat (NTB) mendapatkatkan peringkat paling tinggi kedua setelah Provinsi Gorontalo. Salah satu penyumbang perkawinan usia muda tertinggi tersebut berada di Kabupaten Lombok Timur disusul kabupaten Lombok Utara. “Karena NTB termasuk salah satu Provinsi yang Menurut data Menko PMK itu, Provinsi dengan tingkat perkawinan yang cukup tinggi”, terang kepala Badan Kependudukan dan Keluarga […]
Foto : Kepala BKKBN NTB Dr. Drs. Lalu Makrifuddin,.M.Si saat diwawancara awak media

Mataram,- Nusa Tenggara Barat (NTB) mendapatkatkan peringkat paling tinggi kedua setelah Provinsi Gorontalo.

Salah satu penyumbang perkawinan usia muda tertinggi tersebut berada di Kabupaten Lombok Timur disusul kabupaten Lombok Utara.

“Karena NTB termasuk salah satu Provinsi yang Menurut data Menko PMK itu, Provinsi dengan tingkat perkawinan yang cukup tinggi”, terang kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi NTB Dr. Drs. Lalu Makrifuddin,. M.Si usai rapat koordinasi perlunya bimbingan calon pengantin untuk mencegah perkawinan usia muda di Mataram, Rabu (08/03) siang bersama Asisten Deputi ketahanan dan kesejahteraan keluarga Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Ir. Wahyuni Tri Indarti,. M.Si.

Oleh karena itu, sambung Makrifuddin, Rapat Koordinasi tersebut bertujuan untuk men-sinkron-kan kegiatan dan kebijakan. Meningkatkan kepedulian semua pihak untuk bersama meningkatkan usia perkawinan di NTB.

Menurut data yang di dapat, lanjutnya, banyak terdapat usia muda yang menikah di bawah 21 tahun. Bahkan ada yang menikah dibawah 15 tahun.

“Anak-anak kita yang menikah di bawah 15 tahun, itu sekitar 4.5% “. Ujarnya.

Oleh karena itu, Katanya, perlu bersama-sama seluruh stakeholder bersatu untuk menyelesaikan tingkat perkawinan usia muda tersebut.

“Yang terpenting adalah tokoh agama dan Tokoh masyarakat, harus memberikan konstribusi yang nyata (untuk pencegahan kawin usia muda)”, harapnya.

(IBA)