Tanggapi desakan pemuda Muhammadiyah, Dirut RSUD NTB komit perbaiki kualitas pelayanan

Tanggapi desakan pemuda Muhammadiyah, Dirut RSUD NTB komit perbaiki kualitas pelayananReviewed by adminon.This Is Article AboutTanggapi desakan pemuda Muhammadiyah, Dirut RSUD NTB komit perbaiki kualitas pelayananMataram (Detikntbcom),- Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (RSUD NTB) H. L. Hamzi Fikri, MM, MARS., menanggapi desakan Pimpinan Wilayah pemuda Muhammadiyah atas kualitas pelayanan yang dianggap kurang berkualitas. Pihaknya berterima kasih kepada pemuda Muhammadiyah atas saran dan masukannya. Pihaknya komitmen untuk untuk memperbaiki pelayanan secara berkelanjutan. “Terima kasih masukan dan […]
Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (RSUD NTB) H. L. Hamzi Fikri, MM, MARS., (Dok. Istimewa)

Mataram (Detikntbcom),- Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (RSUD NTB) H. L. Hamzi Fikri, MM, MARS., menanggapi desakan Pimpinan Wilayah pemuda Muhammadiyah atas kualitas pelayanan yang dianggap kurang berkualitas.

Pihaknya berterima kasih kepada pemuda Muhammadiyah atas saran dan masukannya. Pihaknya komitmen untuk untuk memperbaiki pelayanan secara berkelanjutan.

“Terima kasih masukan dan saran yang positif untuk perbaikan pelayanan rumah sakit secara berkelanjutan, continuous Quality Improvment (Memperbaiki kualitas pelayanan secara berkelanjutan),” tegasnya saat dimintai komentarnya via pesan singkat, Sabtu (12/9) malam di Mataram.

Sebelumnya, Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Nusa Tenggara Barat (PWPM NTB) menyoroti pelayanan RSUD NTB saat ini terkesan kurang memperhatikan nilai kemanusiaan.

Dijelaskan oleh Candra, terdapat beberapa pasien dan pihak keluarga yang mengeluh akibat tidak mendapatkan pelayanan yang baik di RSUD NTB, padahal mereka sudah bersusah payah berusaha agar memperoleh layanan yang layak.

“Kami melihat pemerintah kurang serius melayani masyarakat di RSUD NTB ini, padahal urusan kemanusiaan seharusnya lebih diprioritaskan, karena itu kami mendesak Gubernur untuk lebih memperhatikan hal ini,” kata Candra.

PWPM NTB telah memastikan secara langsung kondisi beberapa pasien yang tidur di tempat yang tidak seharusnya. Mereka tidur beralaskan tikar karena tidak mendapatkan kamar pasien.

Menurut Candra, ini adalah bukti lemahnya pemerintah dalam memastikan ketersediaan perangkat dan fasilitas pelayanan kesehatan bagi masyarakatnya sendiri.

“Kondisi semacam ini tidak boleh terjadi. Pemerintah sudah me-refocusing anggaran untuk memaksimalkan pelayanan kesehatan. Tetapi bila kenyataannya seperti itu, maka kami menganggap pemerintah telah lalai,” katanya. (Iba)