Perusahaan Tambang Emas Banyuwangi Ikut Bantu Korban Lombok

Perusahaan Tambang Emas Banyuwangi Ikut Bantu Korban LombokReviewed by adminon.This Is Article AboutPerusahaan Tambang Emas Banyuwangi Ikut Bantu Korban LombokKLU,- Pasca gempa berkekuatan 7,0 SR, Minggu (05/08) lalu, Perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan yakni PT Bumi Suksesindo (PT BSI) bersama 25 perusahaan tambang terbesar lainnya di Indonesia di bawah Koordinasi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (Kemen ESDM) ikut membantu para korban Gempa Lombok menewaskan lebih dari 400 jiwa, ribuan luka-luka serta puluhan ribu […]
Foto : Tim kesehatan dari PT BSI saat cek kesehatan para pengungsi

KLU,- Pasca gempa berkekuatan 7,0 SR, Minggu (05/08) lalu, Perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan yakni PT Bumi Suksesindo (PT BSI) bersama 25 perusahaan tambang terbesar lainnya di Indonesia di bawah Koordinasi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (Kemen ESDM) ikut membantu para korban Gempa Lombok menewaskan lebih dari 400 jiwa, ribuan luka-luka serta puluhan ribu rumah luluhlantah.

10 orang tim dari PT BSI diterjunkan sehari pasca gempa yakni, Senen (06/08) sore sampai hari ini, Rabu (15/08) masih terus membantu para korban gempa.

Komandan Satgas tanggap darurat PT. BSI Sugeng Hariyanto menerangkan bahwa kehadiran mereka untuk bekerja membantu evakuasi korban, penanganan medis, serta penyaluran tenda-tenda darurat kepada para pengungsi di Dusun Karang Raden Desa Tanjung Kecamatan Tanjung dan di seputaran kecamatan Pemenang.

Foto : Koordinator TIM relawan PT BSI Sugeng Hariyono

“Rencananya tanggap darurat ini sampai 25 Agustus 2018, tetapi kami masih tetap bekerja sampai  menunggu keputusan dari manajemen pusat,” ujar Sugeng Hariyanto, Rabu (15/08) siang pada detikntb.com

Tim yang diturunkan PT BSI yang vergerak di bidang tambang terbeaar di Banyuwangi tersebut terdiri dari tim evakuasi dan tim kesehatan.

Mereka melakukan evakuasi bekerja sama dengan para relawan lainnya yang ada di lapangan mengeluarkan para korban dari reruntuhan, juga mengecek kesehatan para pengungsi di seputar Kecamatan Tanjung dan Pemenang.

Menurut salah seorang pengungsi Bambang Kurniawan (44),  dirinya terpaksa mengungsi bersama anak perempuan dan istrinya, karena kondisi rumahnya sudah rusak parah, apalagi saat gempa 7,0 SR minggu malam lalu, ia tengah berada bersama keluarga di dalam rumah.

Kepada detikntb.com, ia menceritakan malam mencekam itu bersama keluarganya tanpa listrik, anaknya berhamburan, orang-orang teriak.

“Anak saya yang 11 tahun ternyata tertimpa tembok, tapi alhamdulillah bisa diselamatkan, hanya patah kaki namun agak baikan”, ceritanya dengan nada sedih di tempat pengungsian.

Kegelisahan para pengungsi makin bertambah, akibat  akan terjadi Tsunami, namun sesaat kemudian diralat oleh BMKG.

Saat ini, kondisi para pengungsi mengalami sakit mata, akibat terpapar debu disaat runtuhan bangunan, serta penyakit gatal-gatal dan penyakit kulit.

“Yang jelas kami berusaha semaksimal mungki mengobati apa yang diderita para korban gempa”, terang Heri Suprihandoko tim kesehatan dari PT BSI.

(IBA)