Lobar Terserang DBD, Jumlah Pasien Semakin Meningkat

Lobar Terserang DBD, Jumlah Pasien Semakin MeningkatReviewed by adminon.This Is Article AboutLobar Terserang DBD, Jumlah Pasien Semakin MeningkatLombok Barat,- Tidak main main, rentetan kasus penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Lombok Barat (Lobar) mengancam dan merambah disejumlah Kecamatan. Terkini, data faktual pasien yang ditangani medis oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tripat Gerung, hari ke hari nampak semakin bertambah. Direktur RSUD Tripat drg. H. Arbain Ishak mengungkapkan, jumlah ini diketahui meningkat jadi […]
Foto: Direktur RSUD Tripat Lombok Barat drg H. Arbain Ishak

Lombok Barat,- Tidak main main, rentetan kasus penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Lombok Barat (Lobar) mengancam dan merambah disejumlah Kecamatan. Terkini, data faktual pasien yang ditangani medis oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tripat Gerung, hari ke hari nampak semakin bertambah.

Direktur RSUD Tripat drg. H. Arbain Ishak mengungkapkan, jumlah ini diketahui meningkat jadi 67 orang pasien dari sebelumnya 49 pasien yang sudah diberikan penanganan. Sebanyak jumlah pasien yang terdeteksi, terdapat dari berbagai kecamatan yakni Sekotong, Lembar, Kuripan, Labuapi, Kediri, dan Gunungsari. Namun jumlah ini ditambah 9 orang pasien dari luar daerah seperti Lombok Tengah (Loteng) dan 1 pasien dari Palu Barat Provinsi Sulawesi.

“Hari ini bertamah 2 orang jadi totalnya 67 orang sudah masuk rumah sakit Tripat,” ungkap Dirut RSUD Tripat, drg H Arbain Ishak, kemarin.

Dijelaskan, pasien pasien DBD yang dimaksud, diberbagai kalangan usia yaitu, usia anak-anak, remaja hingga orang tua. Sejauh ini belum ada pasien yang kritis atau sampai menimbulkan korban jiwa. Sebab penanganan langsung dilakukan pihak RSUD. Bahkan beberapa pasien sudah ada yang dipulangkan.

“Sudah ada yang membaik dan dipulangkan, sisa beberapa orang yang masih dirawat,” ujarnya.

Menurutnya perubahan kondisi cuaca akhir-akhir ini diduga menjadi penyebab berkembang biaknya nyamuk Aedes Aegypti. Terlebih lagi dengan kebersihan lingkungan masyarakat yang mungkin kurang baik.

“Kita arahkan masyarakat untuk menjaga kebersihan, dan mengatisipasti tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab DBD ini,” imbaunya.

Sementara itu salah satu orang tua pasien yang diserang DBD, Budi mengaku jika anaknya sudah beberapa hari di rawat di RSUD Tripat. Menurutnya sebelumnya dirinya sudah menyadari adanya tanda DBD di anaknya yang bernama Rian.

“Sejak Kamis itu panas turun naik, terus hari sabtu saya bawa ke UGD, Senin Ke Puskesmas baru dirujuk kesini,” ungkapnya.

Arbain menerangkan, khusus kasus DBD di Jembatan Gantung Lembar tidak terlalu sering terjadi.

“Ada tapi tidak terlalu banyak,” ujarnya.

Selebihnya, menyangkut penderita yang terserang DBD pihaknya tidak tanggung tanggung memberikan pelayanan penanganan yang full time. Dengan begitu, masyarakat atau siapapun, pihaknya akan mengedepankan pelayanan yang lebih baik pula, pungkasnya. (W@N)