Cegah HPR, Balai Karantina Perketat Sosialisasi dan Pengawasan

Cegah HPR, Balai Karantina Perketat Sosialisasi dan PengawasanReviewed by adminon.This Is Article AboutCegah HPR, Balai Karantina Perketat Sosialisasi dan PengawasanLombok Barat,- Sejak Lombok ditetapkan sebagai status waspada terhadap Hewan Penyebar Rabies (HPR), reaktif pihak Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Mataram di Lombok Barat, gencar melakukan pengawasan dan sosialisasi yang bekerjasama dengan sejumlah Dinas dan instansi lain yang ada di Lombok. Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Mataram Arinaung Siregar mengatakan, dalam menyikapi persoalan HPR, […]
Foto: Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Mataram Arinaung Siregar

Lombok Barat,- Sejak Lombok ditetapkan sebagai status waspada terhadap Hewan Penyebar Rabies (HPR), reaktif pihak Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Mataram di Lombok Barat, gencar melakukan pengawasan dan sosialisasi yang bekerjasama dengan sejumlah Dinas dan instansi lain yang ada di Lombok.

Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Mataram Arinaung Siregar mengatakan, dalam menyikapi persoalan HPR, pihaknya reaktif dalam melakukan pengawasan pencegahan masuk dan pencegahan keluar dibeberapa tempat pelabuhan.

Terlebih Lombok yang sudah ditetapkan sebagai status waspada, Balai Karantina melakukan koordinasi dengan berbagai pihak melalui Dinas Peternakan Provinsi, kabupaten dan kota seperti Lotim, Loteng, Lobar, KLU serta dinas perikanan yang memiliki pelabuhan. Selain itu, berkoordinasi dengan instansi pelabuhan, jasa pelayaran, KP3 serta sejumlah pihak bandara.

“Koordinasi ini untuk memudahkan dan mengefektifkan pengawasan. Jika itu dilaksanakan, maka segala pengawasan dilapangan akan lebih menghasilkan,” ungkapnya.

Lebih jauh disebutkan, pihaknya sudah mengambil langkah dengan melaksanakan operasi gabungan bersama tim terpadu di pelabuhan khayangan untuk melaksanakan pemeriksaan seluruh kendaraan yang keluar masuk. Selain pemeriksaan di Khayangan katanya, akan dilaksanakan di Pelabuhan Lembar Jum,at sore mendatang. Dengan begitu, pemeriksaan lalu lintas komoditas pertanian secara umum. Terutama pada HPR seperti pada Anjing, Kucing dan Kera.

“Kami perketat pintu masuk dan pintu keluar terhadap HPR. Untuk Sumbawa dan Bali tetap dilakukan HPR yang masuk dan yang keluar karena masih berstatus wabah,” ungkapnya.

Soal pengawasan lanjut Arinaung, tidak hanya melakukan pengawasan dilintasi sektor saja, akan tetapi, pihaknya melakukan pengawasan di Pelabuhan pelabuhan perikanan dan di pelabuhan Rakyat yang tersebar di Lombok.

“Kami baru saja koordinasi dengan kepolisian di Lembar, Khayangan, dan di KLU untuk pengawasan yang dimaksud,” terangnya.

Terhitung dari Januari dan pertengahan Februari, selama beroperasi, terdapat dua kasus yang ditindak. empat diantaranya sudah disita dan diamankan.

“Hasil operasi, ada tiga yang diamankan. Satu ekor anjing dan tiga ekor kucing,” bebernya.

Balai Karantina juga melakukan sosialisasi untuk memberikan pemahaman masyarakat tentang bahaya rabies. Kemudian mendorong partisipasi masyarakat dalam bersama sama menjaga Lombok, agar tidak membawa HPR masuk ke Lombok dengan alasan apapun kecuali punya organik dan itu dibolehkan tetapi dengan syarat yang sudah ada.

“Inilah gunanya pengawasan dan sosialisasi agar masyarakat mengetahui tentang bahaya rabies,” ujarnya.

Diharapkan, jika terdapat ada barang bawaan HPR yang lolos dari pantauan pihaknya, agar masyarakat dapat melaporkan ke Balai Karantina untuk diambil tindakan untuk menangani itu.

“Tolong laporkan, supaya akan ditindaklanjuti,” tegasnya.

Masalah ini, ada memang upaya lain soal tindakan seperti vaksinasi dan eliminasi adalah selebihnya penanganannya Dinas. Namun balai karantina siap membantu Dinas. Apa yang bisa dikerjakan, akan dibantu.

“Saat ini, kami sedang berkoordinasi dengan Dinas di Lobar dan di Lotim dalam kegiatan sosialisasi dan vaksinasi serta eliminasi,” jelasnya.

Balai Karantina dan Dinas serta berbagai instansi lainnya, sedang berupaya mengantisipasi perihal bahaya rabies, dan ini akan terus ditingkatkan tindakan pencegahan, pungkasnya. (W@N)