Bangun Masyarakat Religi, Desa Karang Bongkot Prioritas Program Romantis

Bangun Masyarakat Religi, Desa Karang Bongkot Prioritas Program Romantis
Foto: Kepala Desa Karang Bongkot Lombok Barat H. Saimi

Lombok Barat,- Menuju Desa yang religius, Desa Karang Bongkot bangun dan prioritaskan generasi ramah, obyektif, aman dan istiqamah (Romantis). Hal ini dimulainya dari rumah tangga di pemerintahan desa, sehingga masyarakat Karang Bongkot, menjadi masyarakat yang bersifat dan berkarakter baik.

Kepala Desanya Karang Bongkot H. Saimi mengatakan, menuju Desa Karang Bongkot yang Romantis yaitu terpanggil dari inisiasinya dalam membangun kembali masa peradaban Karang Bongkot yang dulu menjadi desa yang Romantis, desa yang aman dan religi.

“Sejarah dan latar belakangnya desa kami ini memiliki banyak tokoh tokoh agama, tuan guru besar serta mempunyai masyarakat yang alim dan agamais. Ini yang ingin kita bangkitkan lagi,” ujarnya.

Untuk mewujudkan misi tersebut, pihaknya akan melakukan penataan rumah tangga didalam jajaran desa. Sebab omong kosong memajukan desa jikalau rumah tangga sendiri masih berantakan. Untuk itu, manejemen dalam pemerintahan desa sesuai undang undang bahwa, tugas masing masing aparatnya, harus loyal terhadap kegiatan-kegiatan yang ada.

“Tiga pilar utama dalam menjalankan roda pemerintahan yaitu administrasi koordinasi dan kolaborasi (A2K),” tegasnya.

Saimi menegaskan, Desa harus menjadi motor penggerak dalam membangun masyarakat  yang religius. Serta pendamping kemajuan pemahaman dan pengamalan keagamaan untuk masyarakat kita.

Kedepan diharapkan dengan program ini dapat memberantas buta huruf Al-qur’an mulai anak-anak sampai orang tua, tak terkecuali seluruh aparatur pemerintahan, sehingga karakter dan perilaku masyarakat dapat terbentuk dan berakhlak baik.

“Dengan beribadah, dapat mempertebal ketaqwaan seseorang untuk membangun istiqomah dengan kehidupan yang rukun dan harmonis,” tuturnya.

Program ini menjadi prioritas, sebagai wujud nyata dari makna Romantis ini, menjadi akses masyarakat menuju desa yang ramah, aman dari segala bentuk ancaman dan gangguan, pungkasnya. (W@N)