Tolak Imbauan Pemerintah Soal Larangan Sholat Jumat, HC Diperiksa Polisi

By: On:
Tolak Imbauan Pemerintah Soal Larangan Sholat Jumat, HC Diperiksa PolisiReviewed by adminon.This Is Article AboutTolak Imbauan Pemerintah Soal Larangan Sholat Jumat, HC Diperiksa PolisiMataram (DetikNTB.Com),- Seorang warga Lombok Barat diperiksa Sat Reskrim Polres Lobar karena menolak untuk imbauan pemerintah untuk meniadakan sementara sholat Jum’at karena berpotensi tersebar virus Corona (Covid-19). Penolakan imbauan pemerintah tersebut Ia tulis lewat status sosial media facebooknya diduga bernada provokatif. HC warga Lingkungan Dasan Geres Timur, Kelurahan Dasan Geres, Kecamatan Gerung, Lombok Barat ini […]
Seorang terduga pelaku pembuat postingan bernada provokatif di Facebook terlihat sedang diperiksa Polres Lombok Barat

Mataram (DetikNTB.Com),- Seorang warga Lombok Barat diperiksa Sat Reskrim Polres Lobar karena menolak untuk imbauan pemerintah untuk meniadakan sementara sholat Jum’at karena berpotensi tersebar virus Corona (Covid-19).

Penolakan imbauan pemerintah tersebut Ia tulis lewat status sosial media facebooknya diduga bernada provokatif.

HC warga Lingkungan Dasan Geres Timur, Kelurahan Dasan Geres, Kecamatan Gerung, Lombok Barat ini kemudian diperiksa pada, Sabtu (2/5) siang.

Kasat Reskrim Polres Lombok Barat AKP AKP Dhafid Shiddiq, S.H.,S.I.K. mengatakan, HC yang diduga memposting status yang bernada provokatif pada sebuah akun facebook, yang menurut keterangannya bahwa yang bersangkutan secara sadar membuat status tersebut di akun Facebook miliknya.

HC menerangkan bahwa yang bersangkutan membuat status bernada provokatif karena tidak setuju dengan himbauan dari pemerintah terkait ditiadakannya sholat jumat dan Sholat taraweh secara berjamah.

Kemudian HC melihat status akun facebook atas nama Kunyit Kuning dan mengambil postingan akun itu dan membagikannya ke grup Lombok Barat ke berbicara.

“Wahai saudara2 mari kita laksanakan untuk bersama berjihad melaksanakan sholat jumat di masjid tempat masing2, umat islam se pulau Lombok bangkitlah pulau seribu masjid. Bengkel sudah bergerak dan kami siap mati membela islam,” tulis HC di status facebooknya seperti dikutip dari siaran pers, AKP Dhafid Shiddiq, S.H.,S.I.K., Minggu (3/4) kemarin.

Menurut keterangan yang bersangkutan katanya, ada orang yang memberikan komentar untuk segera menghapus postingan itu kemudian langsung dihapus oleh HC.

“HC mengakui perbuatannya dan menyesal telah membuat postingan tersebut di akun Facebook miliknya,” ungkapnya.

Selanjutnya, HC membuat surat pernyataan yang ditulisnya sendiri yang isinya tidak akan mengulangi perbuatan-perbuatan yang melanggar hukum, secara sadar dan tidak ada paksaan.

HC disangkakan dengan pasal 28 ayat (2) pasal 45A ayat (2) UU No 19 tahun 2016 ttg perubahan atas UU 11/2008 tentang ITE.

“Saat ini HC dikenakan wajib lapor setiap hari Senin dan Kamis,” jelasnya. (Iba)