Detik NTB

Berita Nusa Tenggara Barat

Breaking News Hukrim

Sidang Kesembilan, Kali Ini Giliran Kuasa Hukum Sanggar Agro Mangkir

Mataram,- Sidang kesembilan kasus dugaan penyerobotan lahan warga desa Oi Katupa Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima diduga dilakukan oleh PT Sanggar Agro Karya Persada atas penerbitan Sertifikat Hak Guna Usaha (SHGU) ke II yang dikeluarkan oleh Badan pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bima kembali di gelar di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Mataram kamis (25/01) siang.

Sesuai jadwalnya, agenda sidang kali ini penyerahan surat dan pemeriksaan saksi tergugat intervensi PT Sanggar Agro Karya Persada, namun dalam agenda sidang yang dilaksanakan pada pukul 14.00 siang hari ini giliran kuasa hukum tergugat Intervensi PT Sanggar Agro mangkir dalam agenda sidang.

Pantauan media ini dalam ruang sidang yang dibuka langsung oleh ketua majelis hakim Malhayati terlihat panitera pengganti mencari kuasa hukum PT Sanggar Agro yang diketahui sebelumnya berada di ruang sidang dengan kasus bernomor 166 berada di luar arena sidang, namun tidak ditemukan dan agenda sidang pun tetap dilaksanakan tanpa adanya kuasa Hukum intervensi pemohon maupun saksi para pihak. Hanya saja yang hadir dalam ruang sidang kuasa hukum penggugat Nurdin Dino SH dan Patner dari Sasambo Law Office.

Ketua kuasa hukum penggugat Nurdin SH menyampaikan saat diwawancara oleh media ini bahwa ketidakhadiran kuasa hukum intervensi katanya, tidak menjadi soal tapi yang terpenting adalah bagaimana hakim memutuskan perkara ini sesuai dengan fakta dan bukti-bukti yang ada sehingga tanah masyarakat diambil alih oleh PT Sanggar Agro kembali menjadi hak milik masyarakat Desa Oi Katupa.

“tidak penting ketidakhadiran pemohon intervensi maupun saksi tergugat yang terpenting adalah tergugat I mengembalikan hak milik warga atas SHGU yang dikeluarkan olehnya, walaupun pemohon intervensi tidak hadir itu tidak penting, yang kami gugat itu adalah tergugat yang menerbitkan SHGU di atas tanah masyarakat”, harapnya.

Sementara kuasa hukum termohon intervensi tidak bisa dikonfirmasi karena tidak berada di tempat. Sidang dilanjutkan minggu depan tanggal 01 Februari 2018 dengan agenda penyerahan Bukti Surat Tambahan dari para pihak. (Ibl)

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *