Presiden Didesak Tekan BIL untuk Bayar Ganti Rugi Tanah Warga Lombok Tengah

Presiden Didesak Tekan BIL untuk Bayar Ganti Rugi Tanah Warga Lombok TengahReviewed by adminon.This Is Article AboutPresiden Didesak Tekan BIL untuk Bayar Ganti Rugi Tanah Warga Lombok TengahLombok Tengah,- Kuasa hukum 22 orang warga penggugat dari Desa Tanak Awu dan Penujak Lombok Tengah, Hamdan, SH, akan menganjukan memori Banding pada, Rabu (06/03) esok di Pengadilan Tinggi Mataram, karena pihak PT. Angkasa Pura 1 (PT. AP 1) Bandara Internasional Lombok (BIL) belum membayar kerugian terhadap tanah warga sejumlah 7,10 Ha bernilai miliyaran rupiah. […]
Foto: Puluhan warga Lombok Tengah merasa tanahnya tak dibayar oleh pihak PT Angkasa Pura di BIL

Lombok Tengah,- Kuasa hukum 22 orang warga penggugat dari Desa Tanak Awu dan Penujak Lombok Tengah, Hamdan, SH, akan menganjukan memori Banding pada, Rabu (06/03) esok di Pengadilan Tinggi Mataram, karena pihak PT. Angkasa Pura 1 (PT. AP 1) Bandara Internasional Lombok (BIL) belum membayar kerugian terhadap tanah warga sejumlah 7,10 Ha bernilai miliyaran rupiah.

“Atas keputusan Majelis Hakim tersebut, maka kami akan melakukan upaya banding atas putusan ini,” katanya baru-baru ini kepada detikntb.com.

Selain itu, sejumlah upaya sudah dilakukan yakni di antaranya meminta bantuan Presiden RI. Pihak kuasa hukum sudah bersurat kepada orang nomor wahid di Indonesia tertanggal 22 Februari 2019 bulan kemarin untuk menekan pihak PT. AP 1 untuk melakukan pembayaran terhadap tanah warga yang belum dibayar kerugiannya.

Berita terkait: Warga Loteng Minta Presiden Selesaikan Sengketa Tanah di BIL

Menurut salah seorang pemilik tanah di Tanah Awuk, Lalu Ramli, ia menyatakan, sudah 23 tahun berjuang demi tanahnya. Presiden sebagai penggenjot pembangunan infrastruktur bandara, jalan dan pelabuhan di tanah air katanya, memohon untuk membantunya agar pihak terkait yang berwenang agar segera melakukan pembayaran.

“Kami mendesak pak Presiden agar memerintah kan PT. AP1 Lombok membayar tanah masyarakat seluas 7,10 Ha. Kalau PT AP1 meragukan hak kepemilikan tanah kami, maka Presiden minta AP1 untuk ukur ulang tanah para penggugat,” pintanya, Senen (04/03) di Praya.

Untuk diketahui, bahwa tanah yang diklaim dimiliki oleh puluhan warga Tanak Awuk dan Penujak Lombok Tengah tersebut diduga dirampas oleh pihak Angkasa Pura 1 untuk pembangunan Bandara. Pada waktu pengukuran tanah tersebut, pihak pemilik tanah tidak dilibatkan oleh Badan Pertanahan (BPN) Lombok Tengah waktu itu.

Sampai mereka berjuang lewat jalur hukum melalui Pengadilan Negeri (PN) Praya namun PN memutuskan untuk memenangkan pihak AP1. (Iba)