Polri Akan Undang KPK Supervisi Kasus K2 Dompu

Polri Akan Undang KPK Supervisi Kasus K2 Dompu

LOMBOK BARAT – Berlarut-larutnya Penanganan Kasus Bupati Dompu H. Bambang Yasin sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Perekrutan CPNS K2 Dompu, mendapat perhatian khusus Mabes Polri, Mabes Polri menyampaikan Jika Tidak kunjung rampung maka Polri akan mengundang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Untuk Melakukan Koordinasi dan Supervisi (Korsup)

Akan Adanya Korsup terhadap kasus K2 Dompu di sampaikan Oleh Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Ari Dono Sukamto Selasa 7/11/2107, Bahwa Setiap Kekurangan Berkas Akan di penuhi Penyidik, Namun Kalau Tidak kunjung rampung Akan Ada Korsup dari KPK
“Kan Biasa Seperti itu jika tidak Kunjung rampung akan ada Korsup Dari KPK”

Jendral Bintang Tiga Ini menyampaikan bahwa Untuk Memperjelas Perkara Dugaan Korupsi K2 Yang melibatkan Bupati Dompu H.Bambang Yasin Maka Perlu Keterlibatan KPK

Lebih lanjut Komjen Ari menyampaikan, Jadi keterlibatan KPK selaku Kordinator supervisi Untuk jalan tengah jika ada perbedaan penafsiran antara penyidik kepolisian dan jaksa maka harus melibatkan Kordinator supervisi.

Saat di tanya apakah Korsup harus di lakukan di jakarta, karna Sebelumnya Subdit III Ditteskrimsus Polda NTB Sudah Melakukan Kordinasi Dengan KPK di Jakarta, menanggapai hal itu Ari mengungkapkan bahwa korsup Bisa saja di lakukan di mataram Dengan mengundang KPK Untuk melakukan Supervisi terhadap Petunjuk jaksa

Kasus K2 Ini Di akui Komjen Ari, selaku penanggung jawab pembinaan, Ia selalu mendapat Laporan perkembangan kasus K2 Dompu, Untuk itu Ari menegaskan kasus Ini Menjadi Atensi Mabes Polri, Maka harus segera di tuntaskan agar ada kepastian hukum (ak)