Penjarah Pupuk Di Desa Bara Akhirnya Dipolisikan

Penjarah Pupuk Di Desa Bara Akhirnya Dipolisikan

DOMPU – Penjarahan pupuk oleh sekelompok orang yang terjadi pada hari jumat tanggal 17 November 2017 pukul 14.50 wita bertempat di Jln. Lintas Sumbawa Desa Bara Kecamatan Woja Kabupaten Dompu kini telah dilaporkan ke pihak Polres Dompu.

Sedianya, 4 truk yang bermuatan pupuk bersubsidi akan didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan petani di Kecamatan Manggelewa. Namun, ditengah perjalanan tepatnya di Desa Bara Kecamatan Woja, truk-truk itu dihadang dan dijarah oleh warga.

Atas kejadian itu pihak Distributor La Hilla Dompu merasa sangat dirugikan. “Saya sudah melaporkan kejadian itu pada pihak yang berwajib” ungkap Iswan saat ditemui detikntb.com di kantor Polres Dompu, Jumat 17/11 2017.

Dalam laporannya, Iswan juga mengungkapkan pihaknya telah merugi sebesar Rp. 36.000.000, karena sampai berita ini diturunkan pihaknya belum menerima uang pembayaran pupuk tersebut sebagaimana informasi yang di berkembang.

“Kalau sudah bayar, bayar sama siapa?” tanya Iswan.

Selain itu, tindakan sebagian warga yang melakukan penjarahan itu jelas akan merugikan pihak lain yang juga berhak untuk menerimanya. Karena peruntukan pupuk tersebut harus sesuai Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Dan setiap wilayah per kecamatan punya jatahnya masing-masing.

Kepala Kepolisian Resort Dompu, Melalui Kanit SPKT, Aiptu Abdul Wahab membenarkan adanya laporan kejadian tersebut.

Menurut Abdul Wahab, jika terbukti pelaku bisa dikenakan pasal 365 dan 368 KUHP, terkait tindak pidana pencurian dan pemerasan dengan ancaman hukuman paling lama 9 (sembilan) Tahun penjara. (51)