Pelapor Kasus K2 Dompu, Kecam Penyebar Hoax

Pelapor Kasus K2 Dompu, Kecam Penyebar HoaxReviewed by adminon.This Is Article AboutPelapor Kasus K2 Dompu, Kecam Penyebar HoaxDompu-Lambannya penuntasan kasus dugaan korupsi pada proses seleksi Calon Pegawai Negri Sipil (CPNS) K2 Dompu yang kini ditangani oleh pihak Kepolisian Daerah (Polda) NTB, diduga menjadi penyebab munculnya banyak informasi liar di tengah masyarakat. Belum lama ini beredar kabar kurang sedap di jejaring media sosial bahwa kasus K2 Dompu sudah diterbitkan Surat Perintah Pemberhentian Penyelidikan […]

Dompu-Lambannya penuntasan kasus dugaan korupsi pada proses seleksi Calon Pegawai Negri Sipil (CPNS) K2 Dompu yang kini ditangani oleh pihak Kepolisian Daerah (Polda) NTB, diduga menjadi penyebab munculnya banyak informasi liar di tengah masyarakat.

Belum lama ini beredar kabar kurang sedap di jejaring media sosial bahwa kasus K2 Dompu sudah diterbitkan Surat Perintah Pemberhentian Penyelidikan (SP3). Kabar itu menyebar dengan cepat dan kemudian menjadi bahan perdebatan hangat bagi warga nietizen.

Pro-Kontra terkait informasi SP3 itu kemudian memaksa pelapor kasus CPNS K2 Dompu ikut angkat bicara. Syamsudin, SE biasa dipanggil Some yang dihubungi detikNTB.com via telepon selulernya, Jum’at (8/12) merasa kecewa atas ulah pihak-pihak yang menyebar informasi tidak benar (hoax) di media sosial tersebut. Karena menyebar informasi yang tidak jelas seperti itu sama halnya tidak menghargai proses hukum yang tengah berjalan.

Sampai detik ini, dirinya mengaku belum menerima pemberitahuan apapun dari pihak penyidik Polda NTB terkait perkembangan kasus yang sudah menyeret orang nomor 1 di Kabupaten Dompu tersebut.

“Biasanya, penyidik lebih dulu beri informasinya melalui WA saya, baru setelah itu disusul dengan surat” terang Some.

Setiap informasi perkembangan kasus K2 tidak boleh sembarangan dilempar ke publik, termasuk melalui jejaring media sosial. Harus jelas sumbernya agar bisa dipertanggungjawabkan.

“Sumber informasi harus jelas, dan jangan sampai karena salah menyampaikan informasi tercipta kegaduhan ditengah masyarakat” katanya.

Untuk itu, demi menjaga kondusifitas daerah, Some berharap pihak Polda NTB agar segera menuntaskan kasus K2 Dompu. Begitu pula untuk masyarakat dompu, agar tetap ikut mengawal perkembangan kasus ini.

“Mari kawal bersama dan kurangi menyebar berita yang tidak jelas sumbernya” tutupnya. (51)