Detik NTB

Berita Nusa Tenggara Barat

Breaking News Hukrim Parlemen

Nilai kasus dugaan KDRT oknum dewan lamban, Kohati geruduk kantor DPRD dan Polres Dompu

Dompu (Detikntbcom),- Kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) oleh oknum anggota DPRD Kabupaten Dompu berinisial APS disorot oleh Korps HMI Wati Cabang Dompu. Sejumlah massa perempuan yang dipimpin Sulis Wahyuningsih tersebut menggelar aksi di DPRD Kabupaten Dompu, Rabu (2/11).

Menurut Sulis, kekerasan terhadap perempuan di Kabupaten Dompu cukup tinggi, itu kontras dengan status Kabupaten Dompu yang mendapat predikat layak anak dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada 2019 lalu.

“Setahun menyandang status tersebut angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di kabupaten Dompu justru tertinggi di NTB,” ungkapnya seperti rilis yang diterima media ini.

Dari berbagai banyaknya kekerasan yang marak terjadi di wilayah kabupaten
Dompu tambahnya, yang menjadi pusat perhatian dan yang patut disayangkan adalah pejabat daerah itu sendiri, yaitu salah satu oknum anggota DPRD Kabupaten Dompu, berinisial APS yang merupakan Anggota DPRD Dapil III manggelewa dan Kilo.

Terduga ungkapnya, melakukan tindakan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap istrinya sendiri pada 14 November
2020. “Kasus ini, sudah dilaporkan oleh korban sendiri kepada pihak kepolisian Polres Dompu pada 15 November 2020,” ujarnya.

Selain demo di kantor DPRD, mereka juga melakukan demonstrasi di Mapolres Dompu karena dinilai penanganan terhadap kasus KDRT tersebut lamban ditangani.

Adapun tuntutan dalam aksi kemanusiaan Kohati Cabang Dompu tersebut antara lain, Dinas P3A untuk berkomitmen dalam menyikapi menangani kasus kekerasan perempuan dan anak di wilayah kabupaten Dompu salah satunya kasus KDRT yang dilakukan oleh Anggota DPRD yang dimaksud.

Kedua, pernyataan sikap dan tindakan ke 29 anggota DPRD Dalam menyikapi dugaan kasus KDRT yang dilakukan oleh salah satu oknum DPRD Kabupaten Dompu.

Dan ketiga, mendesak Polres (Kanit PPA) agar lebih progres dalam menangani berbagai kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Wilayah Kabupaten Dompu, dan salah satunya adalah anggota DPRD Kabupaten Dompu.

Untuk diketahui, IPN istri dari oknum dewan tersebut melaporkan ke pihak Kepolisian Polres Dompu atas tindakan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan suaminya inisial APS yang merupakan anggota DPRD Kabupaten Dompu, pada Sabtu 14 November 2020 pukul 3.00 wita.

Laporan itu dilayangkan Indah pada Minggu 15 November 2020 pukul 13.30 wita. Melalui ruang SPKT Polres Dompu dengan nomor laporan Polisi LP/K/445/XI/2020/NTB/Res Dompu tanggal 15 November 2020.

IPN mendapatkan kekerasan dari suaminya saat dia dalam kamar rumah, di lingkungan Kandai II Barat RT 01 RW 01 Kelurahan Kandai II. (Iba)

 

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *