Lagi KPK Tetapkan Novanto Tersangka

Lagi KPK Tetapkan Novanto Tersangka

JAKARTA – Sesuai dengan informasi yang beredar dikalangan wartawan bahwa telah terbit surat perintah penyidikan (sprindik) terhadap Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Setya Novanto.

Dengan telah terbitnya Sprindik melalui Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) maka telah resmi Setya Novanto kembali ditetapkam sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) dalam kasus e-KTP. KPK memulai penyidikan atas nama tersangka Setya Novanto per 31 Oktober.

KPK juga telah membenarkan hal tersebut.

“Dengan ini diberitahukan bahwa pada hari Selasa, tanggal 31 Oktober, telah dimulai penyidikan perkara tindak pidana korupsi dalam pengadaan paket penerapan kartu tanda penduduk berbasis nomor induk kependudukan secara nasional (KTP elektronik) tahun 2011 sampai dengan 2012 pada Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia yang diduga dilakukan oleh Setya Novanto,” demikian penggalan SPDP yang beredar, Senin (6/11/2017).

Belakangan juga telah diketahui bahwa Setya Novanto tidak sendiri dalam melakukan tindakan yang diduga merupakan tindak pidana korupsi tersebut.

“Bersama-sama dengan Anang Sugiana Sudihardjo, Andi Agustius alias Andi Narogong, Irman selaku Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia dan Ir Sugiharto, MM selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia dan kawan-kawan,” sambungan penggalan SPDP tersebut.

Saat dimintai Konfirmasi Para Pimpinan Belum dapat merespon pertanyaannya wartawan terkait informasi di terapkanya Novanta sebagai Tersangka.

Sementara itu juru bicara Febri Diansyah mengaku belum bisa memastikan Setya Novanto telah kembali ditetapkan sebagai tersangka. Ia hanya menyebut bahwa KPK masih mengusut kasus e-KTP.

“Informasi tersebut belum bisa kami konfirmasi. Yang pasti, KPK sedang terus mendalami dan memperkuat konstruksi hukum kasus e-KTP ini,” kata Febri.

Setya Novanto sebelumnya sempat ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus itu pada 17 Juli 2017. Namun kemudian status tersangka itu gugur karena putusan praperadilan. (ak)