Detik NTB

Berita Nusa Tenggara Barat

Breaking News Hukrim

Ketua DPRD Dompu: Polisi Harus Usut Tuntas Matinya Ternak Warga

Dompu-Kejadian Matinya Sapi ternak warga Desa Lepadi tadi pagi pukul 11.00 wita (29/11) yang diduga karena meminum zat kimia puya emas milik HN membuat Anggota DPRD Dompu geram.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Dompu, Yuliadin S. Sos. meminta dan mendesak pihak aparat penegak hukum agar segera mengusut tuntas aktivitas penambangan yang telah menyebabkan kerugian peternak Desa Lepadi Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu.

“Kami meminta aparat penegak hukum segera mengusut persoalan tersebut” ungkap Yuliadin saat ditemui Detik NTB di Rumah Dinasnya.

Kematian hewan ternak sapi di sekitar lokasi penambangan, menurut Yuliadin, menjadi pertanda ada yang salah dengan kegiatan penambangan itu.

Baca : Diduga Minum Air Emas, Ehh..Ternak Warga Pajo Mati

“Perusahan itu harus kita tahu dulu apakah sudah memenuhi standar sesuai azas dan kepatutan atau tidak. Kok bisa begitu?” tanyanya tegas.

Untuk mengetahui secara jelas persoalan itu, pihak DPRD dan komisi terkait dalam waktu dekat akan turun meninjau lokasi kegiatan penambangan bermasalah tersebut.

“Kuat dugaan sapi-sapi itu mati setelah meminum zat kimia sisa pengolahan emas” tambahnya.

Untuk itu Yuliadin berharap agar warga yang berada di sekitar tempat pengolahan emas harus lebih waspada. Karena, bukan tidak mungkin limbah beracun yang dibuang sembarangan juga akan dikonsumsi oleh warga. Pasalnya, tidak sedikit warga yang menggunakan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air.

“Limbah itu sangat berbahaya, dan perlu ditangani secara serius, hari ini mungkin hewan ternak yang jadi korban, besok bisa jadi manusia yang jadi korban. Bisa jadi ini penyakit minamata yang bisa menyebabkan kematian. Ini bahaya” tutupnya dengan nada yang tegas.

Untuk diketahui berdasarkan laman wikipedia Indonesia bahwa Penyakit Minamata atau Sindrom Minamata adalah sindrom kelainan fungsi saraf yang disebabkan oleh keracunan akut air raksa.

Gejala-gejala sindrom ini seperti kesemutan pada kaki dan tangan, lemas-lemas, penyempitan sudut pandang dan degradasi kemampuan berbicara dan pendengaran. Pada tingkatan akut, gejala ini biasanya memburuk disertai dengan kelumpuhan, kegilaan, jatuh koma dan akhirnya mati. (51)

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *