JOIN NTB Apresiasi Polri Ungkap Cepat Pelaku Pembunuhan Wartawan Duffi

JOIN NTB Apresiasi Polri Ungkap Cepat Pelaku Pembunuhan Wartawan Duffi
Foto: Pengurus Wilayah Jurnalis Online Indonesia (JOIN) NTB, Ibrahim Bram Abdollah (kiri) dan Amrin (Kanan)

Mataram,- Pembunuhan seorang jurnalis kembali terjadi di Bogor Jawa Barat. Pembunuhan terhadap Abdullah Fitri Setiawan alias Duffi yang jasadnya dimasukkan di sebuah tong plastik oleh pelaku berinisial MN (35) Selasa, 20 November 2018 kemarin telah ditangkap.

Penangkapan tersebut dilakukan oleh anggota Subdirektorat Reserse Mobil Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya setelah mendengar kabar kemudian meringkus pelaku di daerah Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat pada hari itu juga.

Atas atensi dan gerakan cepat dan sigap dari kepolisian tersebut, anggota Jurnalis Online Indonesia (JOIN) Wilayah NTB, Ibrahim Bram Abdollah mengapresiasi pihak kepolisian setempat atas kesigapan anggotanya.

“Sebagai sesama profesi, saya mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Polri dalam mengungkap cepat kasus pembunuhan seorang kuli tinta tersebut,” tutur bram kepada media ini, Rabu (21/11) siang.

Apapun alasannya katanya, seorang jurnalis merupakan profesi mulia sebagai penyambung lidah rakyat sehingga perlu dirangkul dan diapresiasi keberadaannya di tengah masyarakat.

Dia berharap, apa yang dialami oleh wartawan Muhammadiyah TV itu menjadi pelajaran bagi semua wartawan yang ada di Indonesia khususnya NTB

“Semoga kita semua tidak bernasib sama dengan almarhum,” imbuhnya.

Mantan Pengurus Besar HMI 2015-2017 ini sangat kehilangan seorang Duffi. Dia mendoakan semoga almarhum diampuni dosanya dan karya-karyanya selama ini menjadi bermanfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara serta keluarga yang ditinggalkan tetap sabar dalam menghadapi cobaan itu.

Sementara, Sekretaris Wilayah JOIN NTB, Amrin meminta kepada penegak hukum untuk memberikan hukuman setimpal kepada pelaku pembunuhan.

“Serta meminta kepolisian untuk bergerak cepat mengungkap motif serta aktor intelektual di balik pembunuhan sadis itu,” pintanya singkat kepada media ini. (Tim Redaksi)