Johan Rosihan Akui Bermitra Dengan Terdakwa Kasus BPR NTB

Johan Rosihan Akui Bermitra Dengan Terdakwa Kasus BPR NTB
Foto: Johan Rosihan Politisi PKS NTB asal Sumbawa

Mataram,- Tuduhan yang dilontarkan terdakwa kasus merger PT. BPR NTB  yakni M. Ihwan sebagai ketua tim konsolidasi dan Mutawalli sebagai Wakil Ketua tim konsolidasi menuduh beberpa oknum anggota legislatif NTB termasuk Politisi PKS Johan Rosihan disebut terlibat menerima aliran uang dari pembahasan Perda tentang PT BPR NTB tersebut.

Johan menilai tuduhan itu memang wajar dilontarkan oleh terdakwa, karena menurutnya kedua terdakwa tersebut adalah mitra kerjanya di pembahasan Perda, ia mengaku dalam berinteraksi dengan mereka sangat baik, karena saat pembahasan Perda tersebut dia sebagai ketua Pansus.

”Saya pernah bermitra sama mereka berdua, dan mereka selalu baik dalam berinteraksi dengan saya,” terangnya pada media ini via WhatsApp, Selasa (16/10) sore.

Ia juga membantah menerima aliran uang haram dari terdakwa, Menurutnya, isu tersebut memang sudah lama, namun tambahnya, kalau muncul sebagai fakta persidangan itu hal wajar.

“Karena para terdakwa pasti nyari teman karena tidak mau sendiri, Ibarat orang yang terbawa arus sungai, maka dia pasti akan mencari atau berusaha pegang apa saja untuk selamat dari arus agar tidak hanyut,” kilahnya.

Ditanya apakah tuduhan yang dilontarkan oleh terdakwa adalah bagian dari pencemaran nama baiknya dan akan mempolisikannnya, Politisi asal Sumbawa tersebut tidak berkomentar banyak, hanya saja dia belum mengarah sampai ke sana.

“Saya belum berpikir kesitu. Jadi janganlah kita menambah beban mereka lagi. Saya tidak merasa terganggu nama baik saya dengan kasus ini,” tuturnya.

(IBA)