Jembatan & Jalan Rusak di Waworada, Aktivis Mataram Pertanyakan Pemda Bima

Jembatan & Jalan Rusak di Waworada, Aktivis Mataram Pertanyakan Pemda Bima
Foto : Jembatan patah di desa Waworada kecamatan Langgudu Bima

Bima,- Jembatan yang menghubungkan antara desa induk Waworada Kecamatan Langgudu Bima dengan UPT. Waworada (daerah transmigrasi/tambak udang) dan penghubung desa Laju dan Doro O’o yang ada di wilayah barat kecamatan Langgudu patah serta jalannya rusak parah.

Hal itu disorot oleh aktivis Mataram Syarif Hidayat ketika meninjau lokasi jembatan patah tak terurus dan jalan rusak tersebut, Selasa (28/08). Ia menjelaskan dalam puisi yang diunggahnya di sosial media tersebut bahwa jembatan dan jalan tersebut sebagai akses penghubung antara Desa Laju dan sekitarnya menuju desa Waworada dan Karumbu dan sekitarnya.

“Dulu, saat jembatan dan jalan ini baik, banyak pengguna jalan yang melintasi wilayah ini, termasuk dari desa Laju maupun Doro O’o, sebab jalur tersebut lebih cepat (jalan pintas) dibandingkan melalui jalan utama”, jelasnya pada detikntb.com, Jum’at (31/08).

Menurutnya, jalan dan jembatan tersebut menjadi akses paling cepat serta bisa menumbuhkan perekonomian masyarakat sekitar.

Foto : Jalan rusak menghubungkan desa Laju ke Waworada, Rompo dan sekitarnya

“Segala aktivitas perekonomian pun melewati jalur ini, terutama bagi warga dusun Plasma dan juga dusun Ncera Baru yang akan ke Pasar Rompo. Begitupun dengan warga yang ada di desa Waworada yang sedang budidaya udang di tambak. Bahkan ibu-ibu yang ingin melahirkan harus ke dusun Plasma, sebab Polindes desa Waworada berada di dusun ini”, tambahnya.

Atas kondisi tersebut, mantan ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat) ini meminqta kepada pemerintah kabupaten Bima untuk mengecek kondisi jembatan dan jalan tersebut.

“Melalui surat terbuka ini, kami mohon kepada Ibu Bupati & Bapak Wakil Bupati Bima agar segera melihat kondisi yang sangat parah yang dialami warga anda ini. Kondisi yang dialami sudah beberapa tahun tanpa ada respon baik dari pemerintah”, pintanya.

Ia juga mempertanyakan kinerja sejumlah anggota DPRD Kabupaten Bima Dapil VI terhadap kondisi wilayah konstituennya.

“Atas nama warga yang ada di Kabupaten Bima pula, kami memohon bantuan kepada Wakil Rakyat kami saat ini yaitu Bapak Nukrah, S.Sos dan Bapak Edy Muhlis agar membantu kondisi kami ini dengan segera, sebab keterpurukan yang dirasakan ini sudah cukup lama”, tanyanya.

(IBA)